Headlines News :
Home » » Pemilu Jerman Partai Merkel Kalah Tipis

Pemilu Jerman Partai Merkel Kalah Tipis

Written By Info Breaking News on Senin, 27 September 2021 | 05.49

Kanselir Jerman Angela Merkel

JAKARTA, INFO BREAKING NEWS - Saat ini hasil pemungutan suara di Jerman  menunjukkan tanda-tanda akan adanya perubahan di Jerman. Sepeti dalam Pemilu Jerman tahun 2017, tingkat partispasi tahun ini juga tinggi.

Hening di kubu CDU, sorak-sorai di markas Partai SPD. Pemilu Parlemen tahun 2021 ini diyakini akan membawa perubahan dalam kepemimpinan di Jerman. Partai CDU jatuh dan mencatat hasil terburuk sepanjang masa di pemerintahan. Menurut proyeksi awal, CDU/CSU menempel ketat di belakang sementara Partai Hijau berada di tempat ketiga dengan disusul FDP dan AfD dan partai kiri die Linke.

Dari proyeksi ini menunjukkan makin pentingnya posisi Partai Hijau dan Liberal dalam pembentukkan koalisi pemerintahan. Bisa dimengerti mengapa Partai CDU bisa bersorak ketika mengetahui bahwa koalisi SPD, Partai Hijau dan Partai Kiri tidak akan cukup untuk membentuk pemerintahan di Jerman.

Baru dalam beberapa minggu dan bulan mendatang akan diketahui partai mana yang akan membentuk pemerintahan Jerman. Pada 2017, ini memakan waktu hampir setengah tahun. Sekarang kandidat kanselir dari SPD, Olaf Scholz, dan dari CDU/CSU, Armin Laschet, mengumumkan bahwa kali ini pemerintahan harus terbentuk cepat. Scholz mengatakan berencana untuk membentuk pemerintahan sebelum akhir tahun. Tapi masih belum jelas siapa yang sebenarnya akan memenangkan pertarungan ini.

Hanya beberapa menit setelah pemilu dinyatakan berakhir, poker dimulai. Sekretaris Jenderal CDU Paul Ziemiak, tampak terkejut dengan hasil exit poll, dan menyatakan "kerugian pahit" yang harus dihadapi. Dan kemudian dia segera berkampanye untuk pembentukan "koalisi masa depan yang terdiri dari CDU/CSU, FDP, dan Partai Hijau". "Kita harus melakukan apa yang baik untuk negara kita," kata Ziemiak.

Hanya ada kurang dari 3,5 kilometer jarak antara markas CDU dan SPD, partai mitra koalisi sebelumnya. Tetapi pada malam di bulan September ini, suasana di kedua markas berbeda. Kelabunya musim gugur menyelimuti CDU, sementara bagi SPD bagaikan malam akhir musim panas yang penuh sukacita. Menteri Ketenagakerjaan Hubertus Heil dari Partai SPD mengatakan "sangat bangga" dengan partainya. Dan Sekretaris Jenderal SPD Lars Klingbeil secara eksplisit melihat, tugas membentuk pemerintahan, seperti yang dia katakan dalam wawancara televisi, berada di tangan partainya.

Proyeksi ini juga menunjukkan hasil survei sebelumnya yang mengindikasikan akan adanya perubahan kepemimpinan. Sebulan yang lalu, dalam jajak pendapat yang digelar Forsa, SPD untuk pertama kalinya mengungguli CDU/CSU, bahkan sempat mencapai empat persen lebih. Ini menandakan akhir dari sebuah era: selama 19 tahun, Uni Kristen CDU/CSU selalu menduduki peringkat teratas dalam survei. Sekarang pemilu menunjukkan, meskipun perbedaan tipis, tapi Uni Kristen tetap kalah.

Berdasarkan laporan sementara, partisipasi pemilih mencapai 76 persen. Ini hampir sama seperti jumlah pada tahun 2017 (76,2 persen). Hal yang tidak biasa terjadi di ibu kota, Berlin. Setelah pemilu resmi ditutup pada pukul 18 CET, masih banyak pemilih yang antri untuk memberikan suara mereka. Insiden ini terjadi disebabkan salah satunya akibat kurangnya surat suara.

Armin Laschet (CDU) menjadi kandidat kanseler pertama yang tampil di depan kamera. Ia menyatakan pemilu kali ini sebagai "situasi luar biasa", karena pemerintahan akan terbentuk oleh koalisi tiga partai. Dan dia menyatakan masih berkesempatan untuk menjadi kanselir, dengan menekankan aspek ekonomi dan dan perlindungan iklim.

Laschet telah duduk di lantai atas gedung markas CDU sejak pukul 5 sore bersama presidium partai dan Angela Merkel yang masih menjabat sebagai Kanselir. Terlepas dari pertanyaan tentang kemungkinan koalisi, beberapa hari kedepan Uni Kristen CDU/CSU akan sibuk membicarakan langkah-langkah yang akan ditempuh.

Berikutnya adalah Olaf Scholz (SPD) yang tampil di depan kamera. Dia menyinggung kemenangan partainya, dan kekalahan Uni Kristen, serta menegaskan bahwa mandat pemerintah terletak pada partainya.

Pernyataan kedua kandidat kanselir ini menunjukkan akan adanya perlombaan pasca-pemilu antara Uni Kristen dan SPD, antara Laschet dan Scholz untuk "merayu" Partai Hijau dan Partai FDP. Kedua kandidat kanselir dari kedua partai ini sudah sepakat untuk mengadakan pertemuan. Karena satu hal sudah jelas: baik CDU maupun SPD menaruh harapan besar untuk dapat memerintah dengan berkoalisi pada kedua partai ini.

Parlemen baru dari hasil pemilu tahun ini akan berkumpul untuk pertama kalinya paling lambat pada 26 Oktober mendatang. Sebelumnya, pada minggu ini seluruh fraksi akan bertemu untuk memilih ketua fraksi.*** Novie Koesdarman

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved