Headlines News :
Home » » Bangga, Anak Tukang Sayur dari Batam Lulus Tes Akpol 2021

Bangga, Anak Tukang Sayur dari Batam Lulus Tes Akpol 2021

Written By Info Breaking News on Minggu, 01 Agustus 2021 | 14.23

Krisda Situmorang saat menunjukkan foto sang anak Gabriel Situmorang yang berhasil masuk Akpol 2021.

BATAM, INFO BREAKING NEWS - Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda di Batam, Kepulauan Seribu (Kepri).

Pemuda bernama Gabriel Situmorang tersebut berhasil memasuki Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2021.


Gabriel mengaku dari sejak kecil dirinya selalu bermimpi untuk menjadi seorang polisi. Kini, pemuda berusia 18 tahun lulusan SMAN 3 Batam itu pun berada selangkah lebih dekat dengan impian masa kecilnya.


Gabriel sendiri datang dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur di Pasar Legenda Batam, Kepri. 


Meski demikian, hal tersebut tak membuat Gabriel putus asa. Ia berhasil membuktikan dirinya mampu bersaing dengan usaha dan doa. Tentunya tak ketinggalan dengan dukungan keluarga dan orang-orang yang disayanginya. 


Diketahui Gabriel merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Anak dari pasangan Jordan Situmorang (47) dan Krisda Aluisia Sitanggang (47) ini memang bercita-cita menjadi polisi. 


"Anak saya ini waktu kelas dua SD pernah lihat polisi mengatur lalu lintas. Lantas dia tanya sama saya, hebat bapak itu bisa atur mobil. Saya bilang ke dia waktu itu, kamu bisa juga jadi seperti mereka," ungkap Jordan.

Memang selama ini, sang anak sangat disiplin walaupun orangtuanya sibuk bekerja. 


Dari kecil, Gabriel sangat hobi belajar bahkan tanpa bantuan orang tua. Di hari libur, Gabriel selalu membantu orangtua di warung untuk sekedar mengopek bawang. 


"Dia kalau nggak ada kegiatan di rumah pasti telepon mamaknya. Datang ke sini untuk sekedar kopek bawang," tuturnya.


Dengan air mata mengalir, Jordan mengungkapkan rasa bangganya terhadap anak lelakinya tersebut.


Ia bangga dengan sosok Gabriel yang tangguh dan pantang menyerah. 


Jordan mengaku ia tidak pernah mengantarkan sang anak untuk ikut dalam seleksi. 


"Cuma saat itu dia sempat bilang untuk minta surat antigen di rumah sakit. Dia minta antarin pagi-pagi. Waktu saya pulang dari pasar pagi itu saya tanya sama dia di mana, ternyata dia sudah di rumah sakit sejak subuh, memang dia disiplin sekelali," sebutnya. 


Begitu juga dengan sang ibu, Krisda. Dia tidak berhenti menangis bangga melihat rekaman video anaknya yang naik mobil Akpol di Semarang.


Sambil bejualan ia selalu melihat foto anaknya. Dia tidak menyangka perjalanan panjang anaknya selama ini berbuah manis. 


"Ini saya barusan menangis melihat video anakku," ungkap Krisda.


Krisda dan Jordan mengingat kembali nasibnya pada 2007 lalu merantau ke Batam dengan tiga anak yang masih kecil. Setiap pagi mereka harus ke Pasar Jodoh untuk berjualan sayur.  Saat mereka bekerja, ketiga anaknya masih tertidur pulas. 


Kehidupan yang sama terus bergulir bahkan saat anak-anaknya sudah mulai bersekolah. Alhasil, ketiga anak mereka pun terlatih menjadi sosok yang mandiri dan tidak harus disiapkan untuk pergi ke sekolah. 


"Anak-anak saya kalau mau pergi sekolah gak pernah diantarkan, karena kami kerja," kata Krisda.


Sikap disiplin itu lah yang kini mengantarkan salah seorang anak menjadi salah seorang taruna Akpol.


Terakhir Jordan dan Krisda berharap anaknya bisa menjadi polisi yang bisa mengabdi kepada bangsa dan negara. 


"Kami selaku orangtua selalu memberikan dukungan kepada Gabriel. Saya juga berterimakasih kepada Pak Kapolri, Pak Kapolda dan semua panitia yang terlibat dalam proses seleksi," katanya.


Tak lupa ia menekankan bahwa dalam penerimaan ini dia tidak mengeluarkan uang sepeser pun agar anaknya lulus sekolah di Akpol. ***Any Christmiaty

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved