Headlines News :
Home » » 99,5 Persen Korban Covid-19 Meninggal Dunia karena Tidak Divaksin

99,5 Persen Korban Covid-19 Meninggal Dunia karena Tidak Divaksin

Written By Info Breaking News on Senin, 05 Juli 2021 | 15.35


WASHINGTON DC, INFO BREAKING NEWS - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 99,5 persen orang yang meninggal karena Covid-19 selama 6 bulan terakhir adalah orang yang belum menerima vaksin.

Dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Putih, Minggu (4/7/2021), Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky menyatakan statistik tersebut menunjukkan bahwa setiap kematian terkait Covid-19 sekarang dapat dicegah.


Walensky menjelaskan bahwa data awal "dari kumpulan negara bagian" menunjukkan hampir setiap korban Covid-19 sejak Januari tidak divaksin. 


Dia menekankan data statistik itu mencerminkan kemanjuran vaksin Covid-19, yang dia tegaskan telah membuat hampir semua kematian terkait virus sepenuhnya dapat dihindari. “Setiap penderitaan atau kematian akibat Covid-19 tragis,” tuturnya.


“Dengan vaksin yang tersedia di seluruh negeri, penderitaan dan kerugian yang kita lihat sekarang sepenuhnya dapat dihindari,” tambah dia, seperti yang dikutip dari Forbes.


Analisis sebelumnya dari Associated Press (AP) menemukan 99,2 persen dari lebiih dari 18.000 orang yang meninggal karena Covid-19 dilaporkan pada Mei adalah individu yang tidak divaksin. 


Hal ini, menurut CDC, menjadi sinyal positif akan kemanjuran vaksin Covid-19 dengan ancaman varian delta yang lebih menular dan saat ini menyumbang sekitar 25 persen dari kasus baru. 


Walensky mengidentifikasi sekitar 1.000 county, terutama berbasis di Selatan, Timur dan Midwest, yang katanya memiliki tingkat vaksinasi hanya 30 persen.


Orang-orang yang menjadi korban disebutkan Walensky adalah “yang paling rentan”, dan CDC telah mulai melihat “peningkatan tingkat penyakit” di beberapa daerah karena penyebaran varian Delta. 


Ketika pejabat tinggi kesehatan masyarakat terus membunyikan peringatan tentang ancaman varian Delta Covid-19, pemerintahan Joe Biden pada Kamis (1/7/2021) lalu mengumumkan bahwa mereka akan mengerahkan tim cepat tanggap ke titik-titik di seluruh AS, di mana kasus berkembang. Penasihat Senior Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan bahwa tim cepat tanggap itu akan melibatkan kombinasi bantuan di lapangan dan virtual.


Meski demikian, Zeints tidak merinci dengan tepat ke mana tim "respons lonjakan" kasus Covid-19 ini akan dikirim, tetapi diperkirakan itu mungkin ke 1.000 county yang disorot oleh Walensky. 


Meskipun hampir setiap negara bagian dibuka kembali, tingkat vaksinasi telah melambat secara drastis di seluruh AS dengan kurang dari setengah penduduk yang memenuhi syarat diinokulasi sepenuhnya. 


Peluncuran vaksin Covid-19 di AS telah ditandai oleh fakta bahwa 18 negara bagian yang melampaui tujuan Presiden Biden untuk membuat setidaknya 70 persen penduduk divaksinasi, sebagian tercapai pada 4 Juli 2020. 


Sejumlah negara bagian seperti Mississippi, Louisiana, Wyoming, dan Alabama dilaporkan belum melampaui tingkat vaksinasi sebesar 50 persen. ***Novie Kusdarman

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved