Headlines News :
Home » » Tiongkok Tangkap Ribuan Orang yang Terlibat Pencucian Mata Uang Kripto

Tiongkok Tangkap Ribuan Orang yang Terlibat Pencucian Mata Uang Kripto

Written By Info Breaking News on Jumat, 11 Juni 2021 | 02.07


BEIJING, INFO BREAKING NEWS - Lebih dari seribu orang berhasil diamankan pemerintah Tiongkok karena menggunakan keuntungan dari kejahatan untuk membeli mata uang kripto (cryptocurrency).

Penangkapan ini, kata pejabat keamanan setempat, merupakan bagian dari tindakan keras yang berkembang terhadap industri tersebut.


Diketahui, penambangan Bitcoin di negara itu menggerakkan hampir 80% perdagangan global cryptocurrency, meskipun perdagangan di Tiongkok dilarang.


Pejabat mulai mengarahkan pandangan tajam ke penambang cryptocurrencyuntuk mencegah spekulasi dan membasmi pencucian uang.


Polisi Tiongkok menangkap jaringan 1.100 orang yang terlibat dalam pencucian uang dengan membeli mata uang kripto, jelas kementerian keamanan publik dalam sebuah pernyataan tertanggal Rabu (9/6/2021) waktu setempat.


Para pencuci uang mengenakan komisi kepada klien untuk mengubah hasil ilegal menjadi mata uang virtual melalui pertukaran kripto, kata kementerian itu, tanpa menguraikan jumlah uang yang terlibat.


Pemerintah Tiongkok sebelumnya telah melarang aktivitas perdagangan cryptocurrency pada 2019 dan semakin memperketat pembatasan penambangan Bitcoin.


Pada April lalu, wilayah utara Mongolia berupaya menutup semua tambang cryptocurrency. Mereka mengklaim, gagal memenuhi target konsumsi energi tahunan.


Wilayah ini menyumbang 8% dari daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan blockchain global, yakni satu set buku besar daring untuk mencatat transaksi Bitcoin. Jumlah tersebut adalah lebih tinggi dari jumlah daya komputasi yang didedikasikan untuk blockchain di seluruh Amerika Serikat (AS).


Provinsi Qinghai di barat laut mengumumkan larangan serupa pada penambangan cryptocurrency pada Rabu. Tetapi tidak ada data yang tersedia tentang ukuran operasi di wilayah tersebut.


Nilai Bitcoin sendiri jatuh pada Mei setelah peringatan oleh pemerintah Tiongkok kepada investor terhadap perdagangan spekulatif dalam cryptocurrency.


Tiongkok kini berada di tengah-tengah tindakan keras regulasi yang luas terhadap sektor fintech dalam negeri. Pemain terbesarnya terkena denda besar setelah dinyatakan bersalah melakukan praktik monopoli. ***Rina Trian

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved