Headlines News :
Home » » Disebut Titip Perusahaan Ikut Proyek Benur, Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah

Disebut Titip Perusahaan Ikut Proyek Benur, Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah

Written By Info Breaking News on Rabu, 16 Juni 2021 | 05.34


saat sidang lanjutan kasus dugaan ekspor benih bening Lobster(BBL) atau benur 

JAKARTA, INFO BREAKING NEWS - Disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Politikus Fahri Hamzah. Diduga keduanya menitipkan perusahaan yang tertarik ikut budi daya lobster.

Terungkap saat jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan percakapan elektronik antara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan staf khususnya, Safri. Pada percakapan itu, Edhy menggunakan nama kontak BEP.

"Oke. Ini ada WhatsApp dari BEP. Benar saudara saksi BEP ini Pak Edhy Prabowo?" tanya salah satu JPU KPK saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa malam, 15 Juni 2021.

Safri membenarkan keterangan tersebut. Lalu, jaksa membacakan chat yang bertuliskan, "Orangnya Pak Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR, mau ikut budi daya lobster".

Pada percakapan itu, Safri menjawab "oke". Hal itu mengundang tanya dari jaksa mengenai maksud respons Safri.

"Maksudnya perintah beliau (Edhy) saya jalankan kalau untuk membantu secara umum," ujar Safri.

Jaksa juga membacakan percakapan yang memuat tim Fahri Hamzah ingin ikut proyek benur. Tim dihubungi dan diundang untuk presentasi.

"Saf, ini tim Pak Fahri Hamzah mau jalan lobster. Langsung hubungi dan undang presentasi," ucap jaksa membacakan tulisan dalam chat.

Jaksa kembali menegaskan kepada Safri apakah semua yang ada dalam chat merupakan perintah langsung dari Edhy. Safri membenarkan keterangan itu. Namun, Safri mengaku tidak tahu nama perusahaan yang dititipkan Azis dan Fahri.

Kuasa hukum Edhy Prabowo sempat menyampaikan keberatan terhadap pertanyaan jaksa yang terus mencecar terkait nama perusahaan. Ketua Majelis Hakim Albertus Usada menyatakan tak masalah lantaran itu berkaitan dengan barang bukti.

"Itu kan bagian dari barang bukti. Dia kan menjawab apa adanya, tidak tahu. PT-nya apa, tidak tahu. Ya sudah itu. Itu kan terkait dengan barang bukti elektronik. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengakui itu sebagai alat bukti," terang Albertus.

Sebanyak enam orang dijerat kasus dugaan korupsi izin ekspor BBL atau benur. Mereka yakni eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; asisten pribadi Edhy, Amiril Mukminin; dan staf khusus menteri kelautan dan perikanan Safri.

Kemudian, staf istri menteri kelautan dan perikanan Ainul Faqih; staf khusus menteri kelautan dan perikanan Andreau Pribadi Misanta; dan Siswadhi Pranoto Loe. Mereka diduga sebagai pihak penerima dan perantara suap izin ekspor BBL.

Edhy Prabowo bersama-sama Andreau Pribadi Misanta, Safri, Amiril Mukminin, Ainul Faqih, dan Siswadhi Pranoto Loe didakwa menerima hadiah atau janji berupa uang sebesar US$77 ribu dan Rp24,6 miliar. Uang itu berasal dari emilik PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito dan sejumlah eksportir BBL.

Suharjito telah divonis dua tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong.

Safri  bersaksi untuk Edhy Prabowo. Edhy saat duduk sebagai terdakwa pun mengatakan dia tidak pernah memberi istimewa siapapun terkait izin ekspor benur ini.

"Kedua, tentang BAP nomor 10 yang garis besar MKP kadang beri perintah khusus untuk mempermudah perizinan, saya tegaskan saya tidak pernah berikan hal khusus kepada siapa saja dalam perbuatan perizinan di semua kedirjenan, termasuk di tim due diligence semua harus berdasarkan ketentuan karena pertanggungjawaban sangat berat," kata Edhy saat menanggapi kesaksian Safri.

Edhy juga membantah menerima uang titipan yang diberikan Dirut PT DPP Suharjito melalui Safri. Edhy menegaskan dia tidak pernah menerima apapun.*** Armen FS

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved