Headlines News :
Home » » Berambisi Menangkan Pilpres 2024, Trump Mulai Gelar Kampanye Bulan Depan

Berambisi Menangkan Pilpres 2024, Trump Mulai Gelar Kampanye Bulan Depan

Written By Info Breaking News on Sabtu, 05 Juni 2021 | 12.06


Washington, INFO BREAKING NEWS - Meski pemilihan presiden baru digelar tahun 2024 mendatang, mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku akan mulai menjalankan kampanye besar-besaran dalam waktu dekat ini.

Rencananya pada awal Juli dia akan hadir di hadapan pendukungnya di Dallas, Texas. Dia juga berencana hadir di Ohio, Alabama, dan Florida.Sabtu (5/6/2021) ini, dia akan melakukan “pemanasan” dengan berpidato di hadapan para anggota Partai Republik di North Carolina.


Partai Republik punya ambisi untuk mengambil alih kendali di DPR dan Senat dari Partai Demokrat pada pemilu sela awal 2022 nanti. Indikasi kembalinya ambisi Trump menjadi presiden muncul belum lama ini dengan dilakukannya audit hasil pilpres di Maricopa County, Arizona.


Lalu stasiun televisi One America News favorit Trump juga mengunggah rangkaian acara bincang-bincang yang menyebut Trump bisa kembali dilantik sebagai presiden kalau hasil pilrpres 2020 dinyatakan tidak sah.


Trump mengklaim bahwa audit di Arizona bisa dilakukan juga di Pennsylvania, Wisconsin, dan Georgia untuk membuktikan bahwa dia adalah pemenang pilpres yang sebenarnya.


Materi kampanye Trump kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di tahun 2020, yakni bertema “Stop the Steal”, untuk mengulangi narasi bahwa kubu Demokrat telah “mencuri” suara Trump.


Meski demikian, kembalinya Trump ke jalur pilpres harus dihadang oleh sejumlah hambatan. Salah satunya datang dari pihak Facebook.


Jumat (4/6/2021) kemarin Facebook mengumumkan pembekuan akun mantan presiden itu berlaku hingga paling tidak dua tahun. Kebijakan itu juga berlaku untuk akun Trump di Instagram.


Diketahui, akun Trump di Facebook dan Instagram sudah diblokir menyusul kerusuhan di gedung Capitol 6 Januari 2021 tetapi tidak dikenakan batas waktu.


Facebook, yang memiliki 2 miliar lebih pengguna aktif, juga mengakhiri perlakuan khusus dalam moderasi konten untuk politisi. Sebelumnya, mereka mendapat imunitas bahkan atas konten-konten yang dinilai bohong dan menyalahgunakan wewenang karena dianggap sebagai narasumber berita.


Terkait pembekuan akun Trump, pihak Facebook menjelaskan dirinya telah melakukan pelanggaran berat atas kebijakan Facebook karena dinilai menghasut kekerasan di gedung Capitol.


"Berdasarkan parahnya situasi yang mendorong suspensi atas (akun) Mr Trump waktu itu, kami yakin tindakannya merupakan pelanggaran berat terhadap aturan kami dan layak dijatuhi penalti terberat yang ada," bunyi pernyataan Facebook.


"Jika kami menilai masih ada risiko serius terhadap keselamatan publik, kami akan memperpanjang pembatasan ini untuk periode selanjutnya dan terus melakukan evaluasi ulang sampai risiko itu tidak ada."


Ditambahkan pula, jika Trump kembali ke akunnya nanti, setiap pelanggaran yang terjadi akan direspons dengan ‘rangkaian sanksi ketat yang bisa segera makin berat’.


Dalam pernyataan yang dirilis oleh komite aksi politik Save America, Trump menulis: "Aturan Facebook ini adalah penghinaan terhadap rekor jumlah 75 juta orang yang memilih kami ditambah orang-orang lainnya."


"Mereka seharusnya tidak bisa dibiarkan begitu saja menyensor dan membungkam orang, dan pada akhirnya, kami akan menang. Negara kita tidak boleh menerima kesewenangan seperti ini lagi!"


Dalam pernyataan terpisah, Trump juga langsung menyerang si pendiri Facebook.


"Nanti ketika saya di Gedung Putih, tidak akan ada jamuan makan malam lagi bersama Mark Zuckerberg dan istrinya atas permintaan dia,” kata Trump.


"Semuanya nanti hanya akan bersifat bisnis!"


Keputusan Facebook membuat Trump bisa kembali menggunakan akunnya sebelum pemilihan presiden 2024.


Sebelumnya, situs media sosial bernama From the Desk of Donald J Trump juga telah ditutup permanen.


Tak hanya Facebook, sejumlah jejaring sosial lain seperti Twitter, YouTube, Snapchat, Twitch dan beberapa lainnya juga ikut memblokir akun Trump terkait kerusuhan 6 Januari. ***Novie Kusdarman


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved