Headlines News :
Home » » WHO Tegaskan Tidak Ada Alasan Hentikan Penggunaan Vaksin dari AstraZeneca

WHO Tegaskan Tidak Ada Alasan Hentikan Penggunaan Vaksin dari AstraZeneca

Written By Info Breaking News on Sabtu, 13 Maret 2021 | 10.53


Jenewa, Info Breaking News - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.

Hal ini disampaikan menyusul penangguhan peluncuran vaksin Covid-19 Astrazeneca oleh beberapa negara Eropa terkait kekhawatiran pembekuan darah.


“Astrazeneca adalah vaksin yang sangat baik, seperti juga vaksin lain yang sedang digunakan. Kami sudah meninjau data kematian. Belum ada kematian, sampai saat ini terbukti karena vaksinasi,” kata juru bicara WHO Margaret Harris kepada wartawan pada satu pengarahan di Jenewa, Jumat (12/3/2021).


WHO menyatakan komite penasihat vaksinnya saat ini sedang melihat data keamanan dan menekankan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin dan pembekuan.


Otoritas kesehatan di beberapa negara Eropa seperti Denmark, Norwegia, Islandia, Italia, dan Rumania sebelumnya menunda atau membatasi peluncuran vaksin Astrazeneca setelah menerima laporan terpisah dari penerima vaksin yang mengalami pembekuan darah.


"Ya, kami harus terus menggunakan vaksin Astrazeneca. Sinyal keamanan apa pun harus diselidiki. Kami harus selalu memastikan bahwa kami mencari sinyal keamanan saat kami meluncurkan vaksin, dan kami harus memeriksanya. Tapi tidak ada indikasi untuk tidak menggunakannya,” tambah Harris.


Meski demikian, pejabat tinggi kesehatan masyarakat Jerman mengatakan vaksin Covid-19 Astrazeneca aman dan Jerman akan terus menggunakannya. Saat masih menghadapi kelangkaan vaksin dan gelombang ketiga Covid-19, pemerintah Jerman khawatir untuk memastikan bahwa skeptisisme vaksin tidak merusak peluncuran yang akan dilakukan untuk mengendalikan pandemi.


“Semua yang kami ketahui sejauh ini menunjukkan bahwa manfaat vaksin, bahkan setelah setiap kasus dilaporkan, lebih besar daripada risikonya, dan itu terus terjadi,” kata Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn.


Lothar Wieler, kepala Institut Robert Koch untuk Penyakit Menular, menambahkan bahwa tidak ada bukti statistik tentang kematian berlebih setelah suntikan vaksin virus corona.


"Karena kita sekarang memvaksinasi orang tua dan sangat tua, dan kebanyakan orang yang meninggal tentu saja sudah tua dan sangat tua, maka bisa ada hubungan kronologis antara vaksinasi dan kematian," pungkasnya. ***Jeremy



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved