Headlines News :
Home » » Effendi Gazali Akan Laporkan 2 Wartawan Ke Dewan Pers Karena Diintimidasi

Effendi Gazali Akan Laporkan 2 Wartawan Ke Dewan Pers Karena Diintimidasi

Written By Info Breaking News on Sabtu, 27 Maret 2021 | 04.41

Effendi Gazali saat menunjukan 2 foto wartawan yang dianggap memeras dan mengintimidasinya

Jakarta, Info Breaking News -
Salah satu saksi KPK terkait kasus dugaan suap bansos COVID-19 adalah Effendi Gazali .Ia diperiksa pada Kamis (25/3) Saat datang ke KPK, ia sempat bercerita mengenai adanya oknum wartawan yang mengonfirmasinya perihal dugaan keterkaitannya dengan kasus bansos.

Saat itu ia mengaku dihubungi wartawan berinisial W pada 13 Maret 2021. Menurut Effendi, wartawan itu mengaku meminta konfirmasi soal dugaan keterlibatan Effendi dalam perkara bansos.

Kemudian berlanjut dengan pertemuan. Effendi mengaku bertemu dengan wartawan berinisial W itu bersama rekannya yang berinisial N.

Dia mengatakan saat itu keduanya sempat memperlihatkan potongan BAP salah satu tersangka kasus bansos yang memuat namanya.

Effendi menyebut keduanya menyediakan jasa bisa membuat orang yang dipanggil KPK tidak akan terkena bunga-bunga jurnalistik. Menurut dia, keduanya pun mengaku mendapat BAP dari penyidik.

"Sejak 2009, punya jasa bisalah mengadakan buat kalau orang dipanggil (KPK) enggak ada jurnalistik dan bunga-bunganya," ujar Effendi Gazali kepada wartawan.

Terkait BAP, Effendi mengaku sempat mengonfirmasinya kepada penyidik saat dirinya diperiksa. Effendi klaim bahwa dalam pemeriksaan itu penyidik menyebut BAP yang sempat diperlihatkan kepadanya adalah palsu. "Sudah dikonfirmasi bahwa itu adalah palsu," ujar dia. Atas pertimbangan tersebut, Effendi Gazali mengaku akan menindaklanjutinya.

"Nanti saya akan lanjutkan ke Dewan Pers," ujar dia.Terkait perkara, Effendi Gazali menyatakan bahwa dia tidak ada kaitannya dengan kasus bansos.

Ia pun mengatakan namanya tak ada dalam BAP yang disebut-sebut turut menerima jatah kuota bansos. Sebelumnya, sempat beredar bahwa Effendi Gazali disebut sebagai salah satu pemilik jatah kuota bansos lebih dari 150 ribu dengan pihak vendor merupakan sebuah perusahaan tertentu.

Namun, ia memastikan, dan ditegaskan setelah pemeriksaan dengan penyidik KPK, bahwa kabar itu tak benar. Effendi Gazali membantah bahwa dirinya termasuk penerima jatah kuota bansos tersebut.

Terkait kasus bansos, diduga ada pembagian mengenai jatah kuota bansos untuk Juliari Batubara selaku Mensos. Jatah kuota itu dibagi-bagi ke sejumlah pihak. Lalu digarap vendor yang terafiliasi dengan mereka. Sebagai imbalnya, para vendor diduga menyetorkan sejumlah uang.

KPK pun mengusut dugaan kepemilikan jatah kuota bansos tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Termasuk lewat pemeriksaan Effendi Gazali.

KPK menduga Effendi pernah merekomendasikan salah satu perusahaan sebagai vendor penyedia bansos kepada eks Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial (Kemensos), Adi Wahyono.

"Effendi Gazali didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020, antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI," ujar Plt jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan.*** Jeremy Foster S

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved