Headlines News :
Home » » 39 Orang Tewas Ditembak Gerakan Kudeta di Myanmar

39 Orang Tewas Ditembak Gerakan Kudeta di Myanmar

Written By Info Breaking News on Senin, 15 Maret 2021 | 21.55


Saat bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan di Mandalay, Myanmar (13/03)

Jakarta,
Info Breaking News - 39 orang tewas dalam aksi protes terhadap gerakan kudeta di Myanmar pada Minggu (14/3). Hari tersebut menjadi hari paling berdarah sejak Aung San Suu Kyi digulingkan pada 1 Februari 2021 lalu.

Berdasarkan  laporan, 22 di antaranya tewas di pinggiran Yangon, kota utama di negara itu. Minggu menjadi hari paling berdarah dalam protes-protes menentang junta yang merebut kekuasaan lewat kudeta 1 Februari.

Menurut kantor berita Reuters, mengutip kelompok advokasi Asosiasi Bantuan bagi Tahanan Politik (AAPP), pasukan keamanan menembaki para demonstran di Hlaingthaya, yang banyak ditempati pabrik-pabrik milik China. China dianggap dan mendukung junta Myanmar junta.

Pihak berwenang telah memberlakukan darurat militer di Hlaingthaya.

Mengutip TV militer, Myawadday, Reuters melaporkan pasukan keamanan bertindak setelah empat pabrik garmen dan sebuah pabrik pupuk dibakar dan sekitar 2.000 orang menghalang-halangi truk pemadam kebakaran. Kepulan asap hitam membubung di wilayah itu.

Seorang juru bicara junta belum menjawab permintaan untuk berkomentar.

AAPP mengatakan 16 demonstran lainnya dan seorang polisi tewas di kota-kota lain.

Hari paling berdarah sebelumnya adalah 3 Maret, ketika 38 kematian dilaporkan di seluruh Myanmar.

Protes-protes memasuki minggu ketujuh setelah militer menahan pemimpin de fakto Aung Sung Suu Kyi dan merebut kekuasaan.

Kata AAPP, sejak itu, pasukan keamanan telah menewaskan 126 orang. Pasukan keamanan juga menahan lebih dari 2.150 hingga Sabtu (13/3). Sejauh ini baru 300 orang yang dibebaskan.

Aung San Suu Kyi telah ditahan sejak kudeta dan dijadwalkan kembali ke pengadilan pada hari ini Senin (15/03). Dia menghadapi setidaknya empat dakwaan, termasuk penggunaan radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar aturan protokol kesehatan terkait virus corona.

Jauh dari Hlaingthaya, sedikitnya 16 orang dilaporkan menjadi korban meninggal di tempat lain di Myanmar, termasuk di Mandalay dan Bago. Televisi pemerintah MRTV melaporkan seorang petugas polisi tewas karena luka di dada setelah terjadi konfrontasi dengan pengunjuk rasa. Dia adalah polisi kedua yang dilaporkan tewas dalam protes itu.

Kekerasan itu terjadi sehari setelah Mahn Win Khaing Than dan sebagian besar pejabat senior dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin Aung San Suu Kyi, mengatakan bahwa pemerintah sipil akan memberikan hak legal kepada orang-orang untuk membela diri mereka di situasi ini.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved