Headlines News :
Home » » Vaksin Astrazeneca Dinyatakan Ampuh Lawan Varian Covid Baru di Inggris

Vaksin Astrazeneca Dinyatakan Ampuh Lawan Varian Covid Baru di Inggris

Written By Info Breaking News on Minggu, 07 Februari 2021 | 11.09


London, Info Breaking News - Vaksin produksi Astrazeneca bekerja sama dengan Oxford University dikatakan memiliki tingkat efisiensi yang sama terhadap varian Covid-19 jenis baru yang ditemukan di Inggris dibandingkan dengan strain sebelumnya, menurut data baru Jumat (5/2/2021).

Varian yang diberi nama B.1.1.7 ini bermutasi sangat tinggi dan lebih menular. Beberapa bukti menunjukkan varian Covid-19 ini bisa lebih mematikan daripada strain aslinya.


“Data uji coba kami terhadap vaksin ChAdOx1 di Inggris menunjukkan bahwa vaksin tidak hanya melindungi virus pandemi asli, tetapi juga melindungi varian baru, B.1.1.7, yang menyebabkan lonjakan penyakit di seluruh Inggris pada akhir 2020,” kata Kepala Investigasi Uji Coba Vaksin Oxford, Andrew Pollard, melalui keterangan resmi Jumat lalu. 


Meski temuan tersebut belum sepenuhnya ditinjau oleh sejawat, namun analisis terbaru menunjukkan bahwa vaksin Astrazeneca dapat mengurangi penularan penyakit.


Ilmuwan pertama kali mendeteksi mutasi Covid-19 ini di tenggara Inggris pada September. Sejak itu telah ditemukan di 44 negara, termasuk Amerika Serikat (AS).


Vaksin Astrazeneca dan Universitas Oxford terbukti 76% efektif mencegah infeksi gejala Covid-19, dan tingkat kemanjuran meningkat dengan interval yang lebih lama antara dosis pertama dan kedua.


Studi lain yang dirilis Selasa lalu juga memberikan data penting apakah vaksin Astrazeneca mengurangi penularan virus, yang sebelumnya tidak diketahui. Hal ini pertanyaan bagi pembuat kebijakan yang ingin mencabut langkah-langkah penguncian yang melumpuhkan perekonomian. Berdasarkan data mingguan dari sukarelawan studi Inggris, ditemukan penurunan 67% penularan setelah dosis pertama vaksin.


"Kami bekerja sama dengan Astrazeneca untuk mengoptimalkan perubahan strain," kata profesor vaksinasi dan kepala investigasi uji coba vaksin Oxford.


“Ini adalah masalah sama yang dihadapi semua pengembang vaksin, dan kami akan terus memantau munculnya varian baru serta siap menghadapi perubahan strain di masa mendatang,” pungkasnya. ***Jeremy

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved