Headlines News :
Home » » PSBB Ketat di Jakarta hingga 8 Februari 2021

PSBB Ketat di Jakarta hingga 8 Februari 2021

Written By Info Breaking News on Senin, 25 Januari 2021 | 06.54

situasi jakarta 

Jakarta
, Info Breaking News - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan selama dua pekan ke depan, terhitung sejak 26 Januari sampan 8 Februari 2021.

Berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) No. 51 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

Penyebab PSBB diperpanjang sebagai berikut:

1. Kasus Aktif Covid-19

Dalam dua pekan terakhir, kasus katif Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi. Pada 11 Januari 2021 sebanyak 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di 208.583 kasus.

Sedangkan, per tanggal 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat sebesar 34 persen menjadi 24.224, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

“Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, pada Minggu (24/1/2021).

2. Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi

Pada Minggu (24/1/2021), hanya menyisakan 14 persen dengan rincian tempat tidur isolasi sebanyak 8.055 tempat tidur, dan telah terisi sebanyak 6.954 tempat tidur.

Hal ini membuat Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rencana untuk menambah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 1.941 tempat tidur, sehingga total nantinya sebanyak 9.996 tempat tidur.

3. Ketersediaan ICU

Widyastuti mengatakan, kapasistas unit perawatan intensif (ICU) nyaris penuh. Saat ini, 84 persen dari kapasitas sudah terisi.

Jumlah termpat tidur ICU 1.097 unit,  dan telah terpakai 921 tempat tidur ICU.

“Kami juga nantinya akan menambah kapasitas ICU hingga 1.362 tempat tidur ICU,” tukasnya.

4. Angka Kematian

Penambahan fasilitas kesehatan dan para tenaga kesehatan di Jakarta memang akan terus dilakukan guna menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

Sebab, per 24 Januari 2021, dari total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 221.567 dengan tingkat kesembuhan 88,7 persen, dan total 4.024 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen.

5. Klaster Keluarga

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, mengajak seluruh pihak untuk menggalang seluruh sumber daya guna menekan laju penularan Virus Corona.

Salah satunya, semakin memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat Rukun Warga (RW).

Dengan demikian, Satgas Covid-19 di tingkat RW imemegang peranan penting, khususnya untuk menekan laju penyebaran virus di tingkat keluarga, serta menyiapkan langkah lanjutan jika ada yang terpapar.

Saat ini, klaster keluarga menyumbang 566 klaster, setelah klaster perkantoran sebesar 312 klaster, terang Anies.

6. Warga Bodetabek

Anies menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektoral dan integral dengan daerah sekitar Jakarta guna menanggulangi laju penyebaran Covid-19.

Terlebih, jika melihat data per 24 Januari, sebanyak 24 persen pasien yang dirawat di faskes DKI merupakan warga Bodetabek dan Luar Jabodetabek.

*** Armen FS

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved