Headlines News :
Home » » Pertama dalam 15 Tahun, Populasi Rusia Mengalami Penurunan

Pertama dalam 15 Tahun, Populasi Rusia Mengalami Penurunan

Written By Info Breaking News on Sabtu, 30 Januari 2021 | 16.06


Moskwa, Info Breaking News - Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, populasi penduduk di Rusia tercatat mengalami penurunan. 

Al Jazeera pada Jumat (29/1/2021) melaporkan Badan Statistik Rusia menyatakan populasi Rusia menyusut sekitar setengah juta pada tahun lalu. Para ahli menduga hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang banyak memakan korban.


Menurut surat kabar Nezavisimaya Gazeta, mengutip badan statistik, Rusia memiliki populasi 146,2 juta jiwa.


“Ada 229.700 lebih kasus kematian antara Januari dan November 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat kematian lebih dari 13%,” kata badan tersebut.


Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri sudah lama menyerukan upaya yang lebih besar terhadap pertumbuhan populasi. Tahun lalu, dia menyalahkan tren pendapatan rendah.


Para ahli mengatakan penyebab lain penurunan adalah migrasi orang-orang yang lebih muda dan berpendidikan ke luar negeri dan tingkat kelahiran yang rendah.


Selain Russia, populasi di dua negara lain yakni Polandia dan Inggris juga menunjukkan tren menurun di bulan Januari ini. 


Pada Selasa (26/1/2021) statistik untuk tahun 2020 menunjukkan kematian melonjak di Polandia ke tingkat yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II dan kelahiran menurun tajam, tren yang dikaitkan dengan pandemi Covid-19 dan digambarkan oleh beberapa orang sebagai krisis demografis.


Surat kabar harian Dziennik Gazeta Prawna menyatakan data terkait berasal dari daftar negara yang mencakup kelahiran dan kematian mingguan.


Mengomentari data Badan Statistik Polandia yang dirilis pada Desember selama 11 bulan 2020, ekonom Rafal Mundry mengatakan jumlah kematian merupakan yang tertinggi sejak Perang Dunia II dan jumlah kelahiran terendah dalam 15 tahun.


“Kami mengalami krisis demografis yang sangat besar,” kata Mundry di Twitter.


Sepanjang 2019, disebutkan sekitar 30.000 orang meninggal di Polandia setiap bulannya. Pada November, ketika kasus Covid-19 melonjak, negara itu mencatat hampir 60.400 kasus kematian.


Dalam sebuah penelitian di Inggris diterbitkan pada 14 Januari, disebutkan dampak pandmei itu bisa menjadi penurunan populasi terbesar sejak Perang Dunia II.


Dihadapkan pada peluang kerja yang suram, ekspatriat telah meninggalkan Inggris dalam jumlah besar, menurut Pusat Statistik Keunggulan Ekonomi (ESCoE) Inggris.


“Sekitar 1,3 juta orang yang lahir di luar negeri meninggalkan Inggris dari Juli 2019 hingga September 2020,” katanya.


Sementara itu, Brexit juga tampaknya berdampak dalam memotivasi orang untuk meninggalkan Inggris, dengan beberapa Al Jazeera diwawancarai mengutip perceraian Inggris dari Uni Eropa sebagai faktor pendorong.


Di London, ESCoE menyatakan, sebanyak 700.000 orang meninggalkan ibu kota dalam 14 bulan yang dianalisis. ***Jeremy Foster

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved