Headlines News :
Home » » Disebut Dalang Dibalik Kerusuhan Gedung Capitol, DPR Bakal Ajukan Pasal Pemakzulan Terhadap Trump

Disebut Dalang Dibalik Kerusuhan Gedung Capitol, DPR Bakal Ajukan Pasal Pemakzulan Terhadap Trump

Written By Info Breaking News on Sabtu, 09 Januari 2021 | 13.11


Washington DC, Info Breaking News - Partai Demokrat berencana akan menjerat Donald Trump dengan pasal pemakzulan terkait perannya dalam invasi pendukung ke Capitol Hill pada Rabu, 6 Januari 2021.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan dia akan maju dengan impeachment jika Donald Trump tidak segera mengundurkan diri.


Tuduhan "hasutan pemberontakan" akan diperkenalkan oleh kubu Demokrat di DPR pada Senin mendatang, demikian dikutip dari laman BBC, Sabtu (9/1/2021). Mereka menuduh Trump mendorong kerusuhan di Kongres yang menewaskan lima orang.


Dalam kesempatan lain, presiden terpilih Joe Biden menyatakan pemakzulan harus diputuskan oleh Kongres, tetapi dia telah berpikir "untuk waktu yang lama Presiden Trump tidak cocok memegang jabatan itu".


Gedung Putih menolaak pemakzulan itu sebagai langkah "bermotivasi politik" yang "hanya akan memecah belah negara besar". Jika prosesnya terus berjalan, ini akan menjadi kedua kalinya DPR melakukan pemakzulan terhadap Presiden Trump.


Sebelumnya, DPR memakzulkan Trump dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres pada Desember 2019. Tetapi Senat membebaskannya dari kedua dakwaan pada Februari 2020. Sebelumnya, belum pernah ada presiden AS yang pernah dimakzulkan dua kali. Namun, prospek hukuman pemakzulan tampaknya jauh karena dukungan Partai Republik Trump di Senat. Hal ini berarti pemakzulan di DPR dinilai hanya akan menjadi tindakan simbolis untuk meminta pertanggungjawaban Trump atas invasi Kongres.


Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya itu dilakukan ketika pemerintahan Trump jatuh lebih dalam ke dalam krisis pada Jumat kemarin, ketika lebih banyak pejabat mengundurkan diri sebagai protes atas kerusuhan tersebut, dan tokoh-tokoh Partai Republik terkemuka yang mengingkari presiden.


Invasi Capitol sendiri menyebabkan banyak politisi senior gelisah. Mereka mendorong Pelosi untuk berbicara dengan pejabat tinggi militer negara itu tentang cara-cara untuk mencegah Donald Trump mengakses kode nuklir.


Dalam sebuah rancangan resolusi, yang telah dibagikan kepada mitra BBC CBS News, terdapat satu artikel bertajuk “hasutan pemberontakan".


"Donald John Trump terlibat dalam Kejahatan dan Pelanggaran tinggi dengan sengaja menghasut kekerasan terhadap Pemerintah Amerika Serikat," bunyi draf tersebut.


Anggota parlemen menuduh presiden membuat pernyataan yang mendorong dan mengakibatkan "tindakan melanggar hukum di Capitol". Draf tersebut juga mengatakan ini "konsisten dengan upaya sebelumnya untuk menumbangkan dan menghalangi" sertifikasi kemenangan Presiden Terpilih yaitu Joe Biden dalam pemilihan presiden November.


"Karena itu dia mengkhianati kepercayaannya sebagai Presiden, hingga melukai rakyat Amerika Serikat," berikut isi rancangan tersebut.


Presiden disebutkan telah mendesak para pendukungnya untuk berbaris di Capitol pada hari putusan suara elektoral oleh Kongres. ***Armen


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved