Headlines News :
Home » » Dinilai Sangat Brutal, Jutaan Orang Mengutuki Mantan Mensos Juliari Batubara Dihukum Mati Saja.

Dinilai Sangat Brutal, Jutaan Orang Mengutuki Mantan Mensos Juliari Batubara Dihukum Mati Saja.

Written By Info Breaking News on Sabtu, 23 Januari 2021 | 09.51

Juliari Batubara yang dikutuki jutaan orang

Jakarta,
Info Breaking News - Wajar jika kasus korupsi yang satu ini semakin sepakat banyak pihak agar terdakwa utamanya dihukum mati saja, karena sesungguhnya belum ada kalangan koruptor yang dihukum mati, selain baru hanya maksimal dihukum seumur hidup seperti yang menimpa nasib mantan ketua MK Akil Muctar dan pelaku korupsi Assuransi Jiwasraya. 

Semakin mendekati jadwal akan digelarnya persidangan perkara korupsi yang dianggap palling brutal dan menggemparkan dunia, bahkan kasus besar ini pula membuat rasa malu Indonesia dimata dunia, kok dimasa bencana dunia yang paling menakutkan karena pandemi corona ini masih ada saja pejabat teras negara yang tega memakan uang bencana kemanusiaan, seperti yang dilakukan Mantan Mensos Juliari Peter Batubara

Kasus rasuah yang menjerat mantan Menteri Sosial yang juga Wabendum DPP PDIP, Juliari Peter Batubara dinilai banyak pihak merupakan tindakan korupsi paling brutal di muka bumi.

Demikian pendapat Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhhie Massardi yang cuitkan di lawan Twitter pribadinya, Kamis (21/1).

Seraya mentautkan link berita aksi tuntutan mati pada menteri yang terjerat kasus suap bantuan sosial itu, Adhie kemudian mengusulkan agar Juliari dieksekusi dengan hukuman suntik vaksin mematikan.

"Setelah Mensos penilep Bansos dieksekusi dengan suntik vaksin mematikan, @KPK_RI harus segera seret peringgi parpol yang terlibat berat. Ini memang korupsi paling brutal di muka bumi," demikian cuitan Adhie Massardi.

Mantan jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut keterlibatan petinggi PDIP dalam korupsi Bansos penanganan virus corona baru (Covid-19).

KPK sejauh ini mengatakan akan membuka penyelidikan baru terkait keterlibatan dua politisi PDIP Herman Herry dan Ihsan Yunus.

Lembaga antirasuah itu beberapa hari lalu melakukan pengembangan dari penangkapan Juliari. Sejauh ini KPK sudah melakukan penggeledahan ke kediaman orang tua politisi PDIP Ihsan Yunus dan stafnya di Bekasi.

Beberapa saksi yang telah diperiksa merupakan berasal dari perusahaan yang diduga terafiliasi dengan dua anggota DP PDIP, yaitu Herman Herry dan Ihsan Yunus.

Berdasarkan data dari Koran Tempo, terdapat beberapa kantor perusahaan yang telah digeledah penyidik KPK yang merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Herman Herry.

Perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Herman itu diduga memperoleh 7,6 juta paket bansos senilai Rp 2,1 triliun.

Juliari diduga menerima fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket sembako. Bahkan menurut pihak MAKI justru Juliari menilep dana bencana manusia itu lebih besar dari itu, sehingga wajar saja jika masyarakat yang menerima bantuan paket sembako itu yang isinya hanya bahan makanan abal abal tidak berkwalitas dan tidak sampai kesasaran penerimanya secara merata.Karena dilapangan didapati kenyataan masih terlalu banyak warga yang tidak mendapat bantua paket senilai Rp.300.000,- itu.

Diketahui sangat banyak mereka yang tidak mendapat bantuan itu dan kemudian mendengar Juliari Batubara, seorang menteri sosial RI, ditangkap KPK bersama sejumlah kroni jahatnya, akhirnya mengutuknya agar dihukum mati saja. Bahkan kutukan dari jutaan orang itu akan segera terwujud dimana mantan Mensos ini adalah koruptor pertama yang akan dijatuhi vonis mati. Semua itu tergantung hati nurani majelis hakim yang nanti akan mengadili.*** Emil F Simatupang.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved