Headlines News :
Home » » Total Kekayaan Orang-orang Terkaya di Tiongkok Naik 54 Persen, Jack Ma Masih di Posisi Teratas

Total Kekayaan Orang-orang Terkaya di Tiongkok Naik 54 Persen, Jack Ma Masih di Posisi Teratas

Written By Info Breaking News on Rabu, 21 Oktober 2020 | 10.55

Jack Ma

Beijing, Info Breaking News - Kumpulan orang terkaya di Tiongkok kini telah menambah total nilai kekayaan bersih US$ 1,5 triliun pada 2020 menjadi US$ 4,0 triliun. Penambahan sebanyak 54% ini jauh lebih besar dibandingkan gabungan nilai kekayaan dalam lima tahun terakhir.

Menurut laporan “Hurun China Rich List 2020” atau peringkat orang terkaya di Tiongkok yang dipublikasi oleh The Hurun Research Institute Selasa (20/10/2020), penambahan nilai kekayaan itu seiring booming-nya e-commerce dan aplikasi game selama pemberlakuan aturan karantina atau lockdown terkait pandemi virus corona Covid-19.


Dalam laporan tersebut juga dijelaskan bahwa booming pasar saham dan kesibukan perusahan-perusahan melakukan listing baru telah mencetak lima miliarder dolar baru di Tiongkok selama sepekan dalam setahun terakhir.


“Dunia belum pernah melihat kekayaan sebanyak ini tercipta hanya dalam satu tahun. Para pengusaha Tiongkok telah melakukan jauh lebih baik dari yang diharapkan. Meskipun Covid-19, mereka telah meningkatkan level yang tercatat. Orang-orang kaya Tiongkok menambahkan US$ 1,5 triliun – setara dengan setengah produk domestik bruto (PDB) tahunan Inggris, sehingga total nilai kekayaan mereka menjadi US$ 4 triliun atau lebih banyak dari PDB Jerman – sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia,” tulis laporan tersebut.


Separuh dari daftar orang-orang kaya ini dilaporkan tinggal di enam kota besar di Tiongkok, yakni Beijing, Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, Guangzhou dan Suzhou, yang mana menciptakan ekosistem wirausaha yang berkembang pesat dan menularkan kewirausahaan ini.


Menurut laporan Hurun, terdapat penambahan sebanyak 257 orang yang bergabung dengan klub miliarder di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, pada Agustus, setelah keanggotaannya sempat menyusut selama dua tahun.


Negeri Tirai Bambu ini sekarang memiliki total 878 miliarder. Sementara itu, Amerika Serikat (AS) memiliki 626 orang di kelompok teratas pada awal tahun. Demikian laporan Hurun dalam daftar global Februari. Laporan tersebut juga menemukan, bahwa ada sekitar 2.000 perseorangan dengan nilai kekayaan bersih lebih dari 2 miliar yuan (US$ 300 juta) pada Agustus, sehingga menambahkan gabungan kekayaan bersih sebesar US$ 4 triliun.


Jack Ma, pendiri e-commerce Alibaba Group, masih nyaman menduduki posisi puncak daftar orang terkaya di Tiongkok setelah nilai kekayaannya melonjak 45% menjadi US$ 58,8 miliar. Penambahan tersebut disebabkan perusahaan belanja daring (online) mengalami lonjakan menyusul masyarakat yang menjalani lockdown selama berbulan-bulan untuk mencegah penularan virus.


Di posisi kedua ada Pony Ma dengan nilai kekayaan US$ 57,4 miliar. Bos raksasa game dan pemilik Tencent – yang memiliki aplikasi WeChat – ini memperoleh tambahan 50%, terlepas merebaknya kekhawatiran tentang prospek perusahaannya di AS setelah diancam dilarangan beroperasi di sana karena kekhawatiran keamanan nasional.


Sedangkan anggota yang mendaftar pertama kali Zhong Shanshan (66 tahun) – yang terkenal dengan merek air kemasannya Nongfu – terjun bebas ke posisi ketiga dengan nilai kekayaan US$ 53,7 miliar setelah melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Hong Kong pada September.


“Dunia belum pernah melihat nilai kekayaan sebanyak ini tercipta hanya dalam satu tahun. Daftar tahun ini menunjukkan Tiongkok bergerak menjauh dari sektor-sektor tradisional seperti manufaktur dan real estate, menuju ekonomi baru,” ujar Kepala Peneliti Laporan Hurun Rupert Hoogewerf dalam sebuah pernyataan, yang dilansir AFP.


Pendiri aplikasi pesan-antar makanan Meituan, Wang Xing, melipatgandakan nilai kekayaannya dan melonjak 52 peringkat ke posisi ke-13 dengan kekayaan US$ 25 miliar. Kemudian Richard Liu, pendiri platform belanja daring JD.com menggandakan pundi-pundi uangnya menjadi US$ 23,5 miliar.


Para pengusaha di bidang kesehatan juga mencatat peningkatan kekayaan selama pandemi. Jiang Rensheng, pendiri dari produsen vaksin Zhifei, mencatatkan penambahan nilai kekayaan tiga kali lipat menjadi US$ 19,9 miliar. ***Candra Wibawanti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved