Headlines News :
Home » » Produk Ikan Indonesia Dilarang Masuk China Karena Ditemukan Virus Corona

Produk Ikan Indonesia Dilarang Masuk China Karena Ditemukan Virus Corona

Written By Info Breaking News on Sabtu, 19 September 2020 | 22.47

ikan Indonesia

Jakarta
, Info Breaking News -Pemerintah China telah menemukan virus corona di kemasan produk ikan yang diekspor oleh PT PI. Sehingga untuk sementara ini Produk ikan Indonesia dilarang ke China.

Seperti dikutip dari Bloomberg, pelarangan impor produk ikan oleh China akan dilakukan selama sepekan. Pihak Bea Cukai China mengatakan partikel virus corona itu ditemukan pada kemasan ikan layur beku.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa penyebaran virus corona (Covid-19) melalui barang kemungkinannya sangat rendah.

Dia menjelaskan bahwa virus tidak dapat menular melalui benda mati. Sebab, untuk tetap bertahan hidup, virus corona membutuhkan inangnya. Yuri pun menganalogikan virus laiknya tumbuhan benalu yang membutuhkan perantara.

“Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang tentu bukan sel hidup kan, sehingga akan mati. Karenanya sangat tidak memungkinkan jika menular melalui barang maupun pakaian, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terkait itu,” kata Yuri seperti dikutip dari laman Kemenkes.go.id.

Menurutnya, yang justru harus diwaspadai adalah kebiasaan kita yang seringkali lupa untuk menjaga kebersihan diri sendiri seperti kebiasaan menyentuh muka dan mulut tanpa memerhatikan kebersihan tangan.

“Justru titik lemah yang kita perhatikan, ada kebiasaan-kebiasaan berdasarkan dalam satu menit rata-rata setiap orang menyentuh mata, hidung dan mulut itu paling tidak 2 kali tanpa kita sadari, kalau tangan ini tercemar maka sama saja kita memasukkan sesuatu ke tubuh kita,” ungkap Yuri.

Dikutip dari The New York Times, virus corona mampu bertahan hidup selama 72 jam di permukaan plastik dan besi. Setelah 72 jam, nantinya jumlah virus yang menempel akan menurun secara signifikan.

Menempel dan bertahan hidup di benda mati lainnya. Tak terkecuali di permukaan tembaga. Virus corona bisa menempel dan bertahan hidup hingga 4 jam lamanya. Usai 4 jam, jumlah virus corona mulai menurun secara signifikan.

Sementara, virus corona mampu bertahan hidup dan menempel selama 24 jam di kardus. Jika dibanding dengan lainnya, kardus memiliki risiko tertempel virus corona lebih rendah.

Menurut para ahli, risiko seseorang tertular virus corona dari berbagai benda-benda itu rendah. Kecuali jika memang orang yang tengah memegang benda tersebut sakit.

“Semua barang di supermarket dan kantong makanan restoran secara teori bisa menulari orang,” kata ahli di bidang penularan virus lewat aerosol di Virginia Tech Blacksburg, Dr Lindsay Marr.

Menurut para ilmuwan di the Rocky Mountain Laboratories in Montana, bagian dari National Institutes of Health, makanan bukan menjadi faktor utama seseorang tertular virus corona (Covid-19).

Virus corona lebih menginfeksi sistem pernapasan pasien, bukan saluran pencernaan. Sehingga, seseorang bisa tertular jika ada virus corona di tangan yang kemudian digunakan untuk menyentuh mata, hidung dan mulut.*** Jeremy Foster S

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved