Headlines News :
Home » » Pemerintah Seoul Gugat Pastor Gereja Sarang Jeil 4,6 Miliar Won

Pemerintah Seoul Gugat Pastor Gereja Sarang Jeil 4,6 Miliar Won

Written By Info Breaking News on Sabtu, 19 September 2020 | 20.13



Seoul, Info Breaking News - Pemerintah kota Seoul, Korea Selatan akan melayangkan gugatan denda kepada pastor yang bertanggung jawab atas penyebaran Covid-19. Pasalnya lantaran gereja itu nekat berdemo di saat pandemi.

Gereja Sarang Jeil kini sudah mendapat peringatan pemerintah agar jangan demo, namun tak dihiraukan. Kemudian, acara gereja itu malah menjadi klaster COVID-19, bahkan pastornya juga positif.


Akibatnya, kasus COVID-19 melonjak di Korsel dan pemerintah harus menerapkan PSBB. Kerugian materi pun tak terbendung, mulai dari biaya rumah sakit hingga bisnis yang terdampak.


Dikutip dari Yonhap, Jumat (18/9/2020), pemerintah Seoul akan menggugat sebesar 4,6 miliar won (Rp 58 miliar) ke pihak pastor akibat memperburuk keadaan pandemi.


Gugatan itu bahkan sebetulnya lebih rendah dari kerugian yang dialami Seoul.


"Bila melihat dampak kasus di Seoul saja, (kerugian) ke pemerintah kota, badan transportasi, kantor distrik, insitusi asuransi negara dan kesehatan diperkirakan mencapai 13,1 miliar won (Rp 166 miliar)," ujar pemerintah dalam pernyataan resmi.


Angka fantastis itu terdiri atas biaya 330 juta won untuk merawat pasien sakit karena terekspos oleh gereja tersebut dan 663 juta won untuk mendanai warga yang isolasi mandiri di rumah.


Jubir kota Seoul, Hwang In-sik, menambahkan bahwa kerugian tersebut baru kerugian materi akibat corona. Itu belum menghitung dampak yang dirasakan masyarakat akibat PSBB.


"Kesulitan-kesulitan yang warga rasakan karena pengetatan social distancing dan dampak ekonomi ke ekonomi nasionalnya besar bahkan sampai tak bisa dihitung," ungkap jubir pemerintah Seoul.


Alih-alih sadar dan bertanggung jawab, gereja dan pastor Sarang Jeil justru menolak keras wacana gugatan denda dari pemerintah. Mereka berdalih pemerintah harusnya bertanggung jawab karena gagal meredam COVID-19.


"Otoritas kesehatan seharusnya membayar warga dan bertanggung jawab karena tidak dengan sempurna memblokir strain virus yang bermutasi," ujar pihak gereja.


Mereka juga meminta agar pemerintah Seoul sekalian minta ganti rugi ke China tempat COVID-19 pertama kali menyebar.


Otoritas kesehatan Korsel berkata ada 1.168 kasus COVID-19 yang terhubung dengan Gereja Sarang Jeil. Dan ada lagi 587 kasus yang terhubung dengan unjuk rasa pada 15 Agustus lalu.


Seoul dan sekitarnya akhirnya PSBB selama dua minggu akibat kasus harian yang melonjak. Saat ini, aturan itu sedang dilonggarkan. ***Armen Fosters

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved