Headlines News :
Home » » Aparat Gelar Operasi Yustisi untuk Meningkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Aparat Gelar Operasi Yustisi untuk Meningkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Written By Info Breaking News on Kamis, 10 September 2020 | 15.21

Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara “Pembagian Masker Serentak, Kampanye Jaga Jarak, dan Hindari Kerumunan Dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker dan Pilkada Aman, Damai, Sehat”di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020).

Jakarta, Info Breaking News - TNI bersama Polri dan pemerintah daerah (pemda) menggelar operasi yustisi guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan, khususnya pemakaian masker.
 

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, di seluruh Indonesia. Disiplin harus ditingkatkan karena sehat merupakan hal yang utama.


"Penerapan operasi yustisi, di mana tentu TNI Polri akan memastikan peningkatan disiplin kepada masyarakat tidak hanya dalam penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan, tetapi yang terpenting bagaimana disiplin pakai masker ini yang terpenting," ujar Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir, dalam acara “Pembagian Masker Serentak, Kampanye Jaga Jarak, dan Hindari Kerumunan Dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker dan Pilkada Aman, Damai, Sehat” di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020).


Erick menjelaskan TNI, Polri serta pemda akan terus berdampingan untuk secara langsung memastikan masyarakat hingga perkantoran untuk terus meningkatkan kedisiplinan.


"Memang hal ini tidak mudah dan kadang-kadang ada persepsi yang dibentuk, kita pemerintah ingin meningkatkan kegiatan yang represif, tetapi tidak seperti itu. Tadi sudah disampaikan, tingkat fatality di Indonesia dibandingkan bulan April sampai bulan ini sangat baik, dari 9% (turun) ke 4%. Namun, dibandingkan dunia, kita masih lebih tinggi," jelas.


Sebab itu, lanjut Erick, fatality dampak Covid-19 perlu menjadi perhatian dan keprihatinan. 


“Berapa banyak bapak, ibu kehilangan anaknya, anak kehilangan orang tuanya, suami kehilangan istrinya, istri kehilangan suaminya. Bahkan juga Indonesia kehilangan tokoh-tokoh besar, para pemikir yang tidak mudah digantikan,” tuturnya.


"Karena itu operasi yustisi ini salah satunya bagaimana kita memastikan disiplin masyarakat harus ditegakkan. Kita akan melakukan dengan tegas dan kami sangat berharap masyarakat harus menjadi bagiannya karena tanpa dukungan masyarakat tidak akan ada. Artinya, masyarakat menjadi kunci," imbuh Erick.


Selanjutnya ia menegaskan program Indonesia sehat merupakan hal yang utama, baru berbicara soal bekerja. 


"Kami dalam komite selalu menekankan, program kami adalah Indonesia sehat yang utama, baru bisa bicara Indonesia bekerja dan tumbuh. Tidak dibolak balik seakan-akan kita bicara ekonominya dulu tidak, Indonesia sehat," tegasnya.


Besar harapan Erick agar operasi yustisi dapat menjaga dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam penggunaan masker. "Kita bisa hadir di masyarakat dan masyarakat harus menjadi bagian dari kedisiplinan ini tanpa perlu diadakan hukum yang lebih berat sesuai dengan Inpres Nomor 6, tentu tidak kita harapkan," tandasnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Moch Fachrudin, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kemudian, para pejabat dari MUI, Bawaslu, KPU, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya. ***Samuel Art

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved