Headlines News :
Home » » Menteri KKP: Mengonsumsi Ikan Bantu Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Menteri KKP: Mengonsumsi Ikan Bantu Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Written By Info Breaking News on Minggu, 23 Agustus 2020 | 12.11


Jakarta, Info Breaking News - Angka stunting serta gizi buruk di Indonesia hingga kini masih berada di atas batas toleransi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, toleransi WHO untuk gizi buruk adalah 10 persen dan stunting 20 persen. Sementara di Indonesia sendiri angkanya masih 30 persen.


Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya menekan angka gizi buruk dan stunting. Bahkan Presiden Joko Widodo meminta agar program penurunan angka stunting dan gizi buruk di tengah pandemi Covid-19 diteruskan sebagai salah satu prioritas nasional.


Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhi Prabowo, menjelaskan permasalahan stunting di tengah masyarakat akan membantu meningkatkan kualitas hidup warga sehingga juga bisa berdampak kepada pemulihan kinerja ekonomi nasional.


"Kajian Bank Dunia menunjukkan stunting berdampak kepada tingkat kecerdasan. Dengan rendahnya tingkat kecerdasan dinilai bisa berdampak kepada rendahnya inovasi sehingga ke depannya tidak ada faktor yang cukup untuk melesatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam Webinar Nasional bertajuk “Gemar Makan Ikan untuk Pencegahan Stunting" yang digelar Universitas Binawan, Sabtu (22/8/2020).


Bila pertumbuhan ekonomi suatu negara terhambat, lanjutnya, maka bisa saja juga berpotensi untuk meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan di tengah masyarakat. 


Edhi lantas menyebut bahwa dari sekian banyak sumber protein, ikan disebut-sebut sebagai pilihan terbaik untuk memperbaiki gizi masyarakat.


"Ikan merupakan sumber protein yang sangat tepat untuk program perbaikian gizi masyarakat," katanya.


Keunggulan ikan sebagai konsumsi, seperti dikatakan Edhi, antara lain adalah mengandung asam omega tinggi, komposisi asam amino yang lengkap dan mudah dicerna, mengurangi risiko jantung dan stroke, serta baik untuk tumbuh kembang anak maupun menghindari pengeroposan tulang.


Edhy menyebut permasalahan stunting harus ditangani dengan baik agar tidak terjadi fenomena lost generations apalagi saat ini Indonesia menghadapi bonus demografi.


Sementara itu, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB Prof Dr Hardinsyah, MS yang juga menjadi pembicara menyatakan bahwa stunting mengubah cara pandang karena pada zaman dahulu pengukuran terhadap anak lebih melihat kepada bobot dan mengabaikan tinggi badan, yang merupakan dampak dari stunting.


"Faktor gizi adalah hal terpenting untuk mengatasi stunting terutama bagi ibu hamil untuk mendapatkan gizi yang sangat memadai tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi janin yang sedang dikandungnya," jelas dia.


Untuk mendapatkat gizi yang cukup, katanya, seseorang setidaknya harus mengonsumsi ikan minimal empat hari dalam satu pekan, bahkan kalau bisa setiap hari.


Pembicara lainnya, Kepala Prodi Gizi Universitas Binawan Mia Srimiati, SGz, MSi, memaparkan pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan antara lain karena pada masa ini adalah saat optimalnya pertambahan jumlah sel pertumbuhan dan differensiasi dari proses sel itu sendiri


"Periode ini penting untuk optimalisasi asupan gizi," kata Mia Srimiati dan menambahkan, dua tahun pertama dalam usia anak merupakan puncak kurva dari perkembangan bahasa baik juga fungsi kognitif dasar.


Mia Srimiati mengingatkan bahwa kurangnya asupan gizi bisa mengakibatkan kerusakan dampak permanen dan sukar diperbaiki ke depannya setelah anak berusia dua tahun. ***Candra Wibawanti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved