Headlines News :
Home » » Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Meksiko Salip Posisi Inggris

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Meksiko Salip Posisi Inggris

Written By Info Breaking News on Senin, 13 Juli 2020 | 11.10


Mexico City, Info Breaking News - Kasus penyebaran Covid-19 di Meksiko semakin meningkat. Pada Sabtu (11/7/2020), kasus bertambah sebanyak 6.094 sehingga total menjadi 295.268. Angka ini menjadikan Meksiko sebagai negara kedelapan di dunia dengan jumlah kasus terbanyak mengalahkan Inggris dengan 289.603 kasus.

 

Selanjutnya, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Meksiko siap menyusul Italia dan segara berada di atas 35.000 pada Minggu (13/7/2020). Data terbaru dari Reuters menunjukkan Meksiko sebagai negara dengan total kematian tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Brasil dan Italia.  Meksiko pada Sabtu mencatat 539 kematian tambahan sehingga menjadikan korban corona 34.730. Sementara Italia mencatat 34.945 kematian dan 242.827 kasus.

 

Di saat Italia sudah mulai menjinakkan virus, pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda melambat di Meksiko. Pemerintah pun dikritik habis-habisan karena terlalu cepat membuka kembali aktivitas ekonominya.

 

Pihak berwenang Meksiko secara bertahap meningkatkan proyeksi total jumlah kematian total. Pada Juni, otoritas memperkirakan ada 35.000 kematian hingga Oktober. Namun pada awal Mei, perkiraannya hanya 6.000.

Korban kematian akibat corona per juta penduduk di Meksiko, yang jumlah populasinya sekitar 120 juta adalah yang tertinggi ke-16 di dunia, menurut data perusahaan riset Statista.

 

Tetapi pejabat Meksiko mengatakan jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi karena pengujian terbatas. Analisis Reuters tentang data rumah duka pada bulan Mei mengindikasikan jumlah korban lebih dari dua kali lipat dari yang dilaporkan.

 

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Meksiko Hugo Lopez-Gatell minggu ini mengatakan virus itu mulai melambat tetapi hal tersebut tidak menghentikan beberapa mantan pejabat untuk mengkritik pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang dinilai lambat dalam menangani epidemi.

 

Mantan Menteri Kesehatan Salomon Chertorivski awal pekan ini mengatakan pemerintah telah membuka kembali perekonomian sebelum kriteria yang ditetapkan secara global untuk melakukan hal itu dipenuhi.

 

"Ada tiga variabel mendasar yakni pengurangan penularan dalam 14 hari terakhir, pengurangan kematian dalam beberapa hari terakhir, dan pengurangan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit," kata Chertorivski kepada surat kabar Mexico Reforma.

 

"Tidak satu pun dari ketiga parameter itu yang tercapai,” pungkasnya. ***Candra Wibawanti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved