Headlines News :
Home » » Pandemi Covid di Indonesia berakhir bukan Juni Namun Oktober 2020

Pandemi Covid di Indonesia berakhir bukan Juni Namun Oktober 2020

Written By Info Breaking News on Rabu, 06 Mei 2020 | 17.48

Pemodelan siklus pandemi Covid-19 Indonesia
Jakarta, Info Breaking News -Prediksi akhir pandemi Covid-19 di Indonesia  mundur, yaitu dari Juni menjadi Oktober 2020.  Hal ini berdasarkan prediksi Singapore University of Technology and Design (SUTD) Data-Driven Innovation Lab.

SUTD Data-Driven Innovation Lab sebelumnya  memprediksi pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir pada 6 Juni 2020.

Kemudian prediksi ini berubah dalam pemodelan yang di-update, pada Minggu (3/5/2020). Dalam pemodelan itu, muncul prediksi bahwa akhir pandemi Covid-19 di Indonesia terjadi pada 23 September 2020 atau mundur lebih dari 3 bulan. 

Dan Dalam perkembangannya, prediksi itu kembali berubah. Terakhir dalam laporan yang di-update, pada Selasa (5/5/2020), prediksi itu kembali mundur. Berdasarkan update itu, pandemi Covid-19 di Indonesia baru berakhir pada Oktober 2020


Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, pada Senin (4/5/2020). Secara teoritis, akhir pandemi Covid-19 terjadi pada 7 Oktober 2020. Prediksi itu bisa meleset 14,9 hari. Mundurnya prediksi akhir pandemi Covid-19 bukan hanya berlaku di Indonesia. 

Pemodelan itu juga dilakukan untuk memprediksi situasi di berbagai negara, termasuk di Singapura sendiri, Amerika Serikat, Italia dan sebagainya. Berdasarkan pemodelan yang sama, pandemi Covid-19 di Singapura diprediksi berakhir pada 29 September 2020. 


Prediksi itu bisa bergeser 48 hari. Sementara itu, prediksi akhir pandemi Covid-19 di Amerika Serikat jatuh pada 10 Oktober 2020. Sedangkan di dunia, wabah virus corona ini diprediksi baru bisa berakhir pada 20 Desember 2020. Itu karena perkembangan kasus baru di seluruh dunia belum menunjukkan penurunan.


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah optimistis Covid-19 selesai pada Juni 2020.

Hal ini yang menjadi salah satu alasan, pemerintah membuka opsi menggeser libur Lebaran menjadi setelah Idul Adha.

"Jika memakai asumsi puncak wabah terjadi pada akhir Mei dan setelah itu akan menurun, sehingga akhir Juni wabah sudah bisa diatasi," ujar Muhadjir lewat pesan singkat, Senin (4/5/2020).

Muhadjir mengatakan, tentu banyak variabel yang yang mempengaruhi tepat tidaknya asumsi itu. Terutama, tingkat kedisplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Tapi kami optimistis, mudah-mudahan Juni sudah reda," ujarnya.

Adapun Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, usul menggeser cuti Lebaran ke Idul Adha ini awalnya disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Senin (4/5/2020).

Lalu, Presiden Jokowi meminta usul tersebut dikaji dan dipertimbangkan.

“Jadi, ada dua opsi mengganti libur Lebaran, yakni akhir Juli bertepatan Idul Adha dan akhir tahun atau Desember. Ini akan dikaji KSP,” ujar Doni usai mengikuti rapat terbatas dengan presiden.***Any Christmiaty J


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved