Headlines News :
Home » » Jadi Buron KPK, Nurhadi Disebut Sering Tukar Uang Asing di Cikini dan Mampang

Jadi Buron KPK, Nurhadi Disebut Sering Tukar Uang Asing di Cikini dan Mampang

Written By Info Breaking News on Sabtu, 09 Mei 2020 | 19.28

Nurhadi Abdurrachman

Jakarta, Info Breaking News – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman yang menjadi buronan KPK dikabarkan kerap menukarkan uang di dua buah perusahaan penukaran uang (money changer) yang berlokasi di Jakarta.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan dua tempat yang biasa didatangi Nurhadi untuk menukarkan uang asingnya terletak di Cikini, Jakarta Pusat dan Mampang, Jakarta Selatan. Meski begitu, Boyamin belum dapat memaparkan lebih lanjut mata uang asing mana yang ditukarkan Nurhadi tersebut.

"Inisial tempat penukaran uang adalah V (di Cikini) dan M (di Mampang). Biasanya tiap minggu menukarkan uang dua kali sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan sehari-hari dan akhir pekan lebih banyak sekitar Rp1,5 miliar untuk gaji buruh bangunan serta gaji para pengawal," katanya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Nurhadi menunjuk sang menantu Rezky Herbiyono yang juga merupakan buron KPK dan seorang karyawan kepercayaannya untuk melakukan penukaran uang secara langsung di lokasi.

Guna menindaklanjuti hal ini, Boyamin mengaku pihaknya sudah menginformasikan semuanya ke KPK dengan harapan keberadaan Nurhadi akan segera ditemukan sehingga segera bisa dilakukan penangkapan.

Sebelumnya, kata dia, MAKI juga telah menginformasikan ke KPK terkait harta kekayaan milik Nurhadi, yakni rumah, villa, apartemen, pabrik tisu di Surabaya, kebun sawit di Sumatera Utara dan usaha burung walet di Tulungagung.

"Dengan diketahui harta benda dan cara penukaran uang, semestinya KPK mampu untuk mempersempit pergerakan Nurhadi dan menantunya sehingga memudahkan untuk menangkapnya," tuturnya.

Diketahui, Nurhadi merupakan buronan KPK dan tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di MA pada tahun 2011-2016 bersama Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto. Ketiganya telah dimasukkan dalam status DPO sejak 11 Februari 2020. *** Emil F Simatupang. 

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved