Headlines News :
Home » » Ini Jadwal Pendaftaran dan Ujian SIMAK UI 2020, Tak Diterima SNMPTN Masih Ada Kesempatan

Ini Jadwal Pendaftaran dan Ujian SIMAK UI 2020, Tak Diterima SNMPTN Masih Ada Kesempatan

Written By Info Breaking News on Jumat, 22 Mei 2020 | 07.38

Add caption
Jakarta, Info Breaking News - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah dari SD hingga SMA. Akibat wabah virus corona yang melanda Tanah Air dan berdampak pada kebijakan pembatasan fisik (physical distancing) untuk menghindari penularan,
Para lulusan SMA sederajat non UN tersebut, setelah dinyatakan lulus tentu siap menyambut proses pendaftaran dan tes masuk perguruan tinggi. Maka, pendaftaran dan tes masuk secara online pun tak terhindarkan.
Seperti halnya yang dilakukan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Indonesia (UI) yang menggelar Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) 2020 secara online.
Ujian SIMAK UI dilakukan secara daring menggunakan perangkat ponsel pintar/tablet (Android/iOS) dengan koneksi Internet.
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com melalui portal https://simak.ui.ac.id, Jumat (14/5/2020), berikut ini informasi tentang ujian SIMAK UI 2020:
1. Jenjang Vokasi, S1 Paralel dan S1 Reguler, serta jenjang S1 Ekstensi/Paralel lulusan D3
- Pendaftaran pada tanggal 19 Juni – 19 Juli 2020
- Ujian pada 26-30 Juli 2020, dan
- Pengumuman pada tanggal 5 Agustus 2020.
2. Jenjang S1 Kelas Internasional
- Pendaftaran dilakukan pada tanggal 12 Juni – 12 Juli 2020
- Ujian pada 19 Juli 2020, dan
- Pengumuman pada 5 Agustus 2020.
3. Jenjang Profesi, Spesialis, S2, S3
- Pendaftaran pada 19 Juni – 19 Juli 2020
- Ujian pada 26 – 30 Juli 2020, dan '
- Pengumuman pada 15 Agustus 2020.

Tiga jalur penerimaan UI


Pada tahun ini, UI menerima mahasiswa baru melalui tiga jalur penerimaan, yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan SIMAK UI.
Masing-masing jalur tersebut mempunyai kuota SNMPTN (dengan kuota 20%), SBMPTN (30%), dan SIMAK UI (50%).
Pendaftaran SIMAK UI dilakukan secara daring melalui website penerimaan.ui.ac.id.
Saat ini calon pendaftar dapat membuat akun di website tersebut, sedangkan pendaftaran hanya dapat dilakukan sesuai dengan periode pendaftaran yang ditetapkan.
Untuk informasi lebih rinci terkait jadwal, biaya pendaftaran, dan syarat dokumen pendaftaran SIMAK UI 2020, para calon mahasiswa bisa melihat pada link https://simak.ui.ac.id.
Selain melalui ujian SIMAK UI 2020, kampus yang berlokasi di Depok, Jawa Barat Ini juga membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN 2020.

SNMPTN


Untuk jalur SNMPTN 2020, UI menerima 1.106 mahasiswa baru S1 Reguler dari total pendaftar SNMPTN 2020 sebanyak 17.356 peserta.
Hasil SNMPTN 2020 telah diumumkan pada 8 April 2020 lalu melalui http://pengumuman.snmptn.ac.id dan atau http://snmptn.ui.ac.id.
Adapun informasi registrasi (daftar ulang) mahasiswa baru UI yang diterima melalui SNMPTN 2020 dapat dilihat melalui laman http://penerimaan.ui.ac.id dengan mengisikan nomor peserta SNMPTN.

Belum diterima, ada kesempatan lain


Bagi para calon mahasiswa yang belum berhasil lulus pada SNMPTN 2020 dapat kembali mencoba kesempatan seleksi pada SBMPTN 2020 yang periode perdaftarannya akan berlangsung pada 2 - 20 Juni 2020, dan atau pada SIMAK UI dengan periode pendaftarannya yang akan UI umumkan kemudian.
Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI (PMB UI) Dr Gunawan ST MT mengucapkan selamat atas keberhasilan adik-adik para calon mahasiswa baru UI yang telah berhasil lulus dan unggul di antara belasan ribu peminat UI melalui jalur SNMPTN.
“Namun, bagi mereka yang belum lulus, jangan putus semangat, tetap berjuang mempersiapkan diri menuju seleksi-seleksi berikutnya dan kesempatan masih terbuka luas,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Wartakotalive.com, Kamis (14/5/2020).
Gunawan juga menghimbau bagi para calon mahasiswa untuk rutin mengecek informasi/pengumuman di situs www.penerimaan.ui.ac.id maupun sosial media UI, seperti twitter dan instagram @univ_indonesia agar selalu terinformasi mengenai jadwal seleksi.
”Mengingat pada situasi wabah Covid-19, perubahan jadwal sangat mungkin terjadi,” sebutnya.

Jalur prestasi


Selain itu, UI juga menerima 1.636 calon mahasiswa baru melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) dan Talentscouting UI.
Jumlah tersebut terdiri atas:
- 739 calon mahasiswa program Vokasi
- 640 calon mahasiswa program Sarjana Kelas Paralel, dan
- 257 calon mahasiswa program Sarjana Kelas Internasional.
Pengumuman terkait ini telah dilakukan pada Senin (13/4/2020) lalu melalui laman ww.penerimaan.ui.ac.id/ppkb.

Bantuan biaya pendidikan


Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, dari total 1.106 mahasiswa baru UI yang diterima melalui jalur SNMPTN 2020, sebanyak 694 mahasiswa di antaranya mengajukan Biaya Operasional Pendidikan-Berkeadilan (BOP-B) dan 102 orang lainnya mengajukan Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).
Sementara sisanya melakukan pembayaran dengan metode Biaya Operasional Pendidikan-Pilihan (BOP-P).
“Jika dilihat secara jumlah, maka sebanyak 694 mahasiswa menerima bantuan biaya Pendidikan dari UI, sementara 102 lainnya (penerima KIP-K) tidak dikenakan biaya Pendidikan apapun,” ujar Dra Amelita Lusia MSi CPR Kepala Biro Humas dan KIP UI dalam keterangan resminya melalui WhatsApp kepada Wartakotalive.com, Kamis (14/5/2020).

Kemampuan bayar penanggung


BPOP-B merupakan mekanisme penetapan biaya pendidikan calon mahasiswa baru UI untuk jenjang S1 Reguler berdasarkan kemampuan bayar penanggung biaya pendidikan.
Amel menerangkan, dengan adanya BOP-B, mahasiswa berhak menentukan berapa kesanggupan biaya kuliah per semester dengan rentang biaya dari Rp 100.000 - Rp 5 juta per semester untuk rumpun ilmu Sosial Humaniora.
Sementara untuk rumpun ilmu Sains Tekno dan Kesehatan rentangnya dari Rp 100.000 – Rp 7,5 juta per semester.
“Di UI, semuanya namanya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Artinya, dalam satu semester hanya perlu membayar biaya Pendidikan per semester, nggak ada lagi biaya tambahan seperti SKS, biaya ujian, dan sebagainya,” jelas Amel.
Untuk BOP-B ini ada berkas pendukung yang harus dilengkapi untuk mengajukan BOP-B.
Berkas tersebut akan memberikan gambaran kondisi penanggung biaya pendidikan calon mahasiswa.

Tentukan biaya sendiri di atas BOP-B


Selain itu, terdapat mekanisme lainnya yang disebut BOP-Pilihan (BOP-P). Calon mahasiswa yang mengajukan BOP-P dapat menentukan sendiri biaya pendidikan yang akan dibayarkan.
Dengan memilih BOP-P, calon mahasiswa mempunyai pilihan untuk berkontribusi lebih kepada pendidikan.
Besaran BOP-P lebih besar dari batas maksimal yang ditetapkan untuk BOP-B.
Besaran BOP-P yang dipilih calon mahasiswa akan secara langsung diterima oleh UI, sehingga pembayaran biaya pendidikan dapat segera dilakukan.
Pengaju BOP-P tidak perlu menyiapkan berkas-berkas seperti halnya yang disyaratkan untuk BOP-B.
“Baik KIP-K dan BOP-B tentu memiliki persyaratan berupa melengkapi berkas2 yang menunjukkan kelayakan mereka memperoleh BOP-B/KIP-K,” kata Amel.
Saran
Sebelumnya, Ketua Majelis Rektor Perguruan Negeri Tinggi Indonesia (MRPTNI) Jamal Wiwoho mengatakan, para mahasiswa yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi virus corona bisa mengusulkan perubahan biaya UKT kepada pihak kampus.
Menurut Jamal, hal itu sudah diatur di dalam Permen Dikti Pasal 6 Nomor 39 tahun 2017.
“Perlu dipahami pula bahwa dampak pandemi Covid-19, tidak hanya kepada mahasiswa saja, tetapi juga kepada sivitas akademika lainnya, termasuk dosen dan tenaga kependidikan, dan bahkan pada pengelolaan perguruan tinggi secara umum,” ungkap Jamal seperti dilansir laman kemdikbud.go.id, Rabu (6/5/2020).
Jamal mengatakan, mahasiswa dapat mengajukan permohonan perubahan besaran uang kuliah tunggal (UKT) dengan menyertakan data pokok tentang perubahan kemampuan ekonomi mahasiswa.
Selanjutnya kebijakan untuk memberikan keringanan UKT akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh pimpinan PTN berupa beberapa opsi, yaitu pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran klaster, pembayaran mengangsur, dan penundaan pembayaran UKT.
'Kebijakan ini diharapkan tidak mengganggu operasional penyelenggaraan ataupun pembelajaran di perguruan tinggi serta berbagai aktivitas pendukungnya,” ujarnya*** Nadya Emilia
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved