Headlines News :
Home » » Menteri Agama: Tidak Ada Salat Tarawih Berjemaah dan Salat Id di Tahun Ini

Menteri Agama: Tidak Ada Salat Tarawih Berjemaah dan Salat Id di Tahun Ini

Written By Info Breaking News on Senin, 13 April 2020 | 06.19

Fahrul Razi, Menteri Agama Indonesia
Jakarta, Info Breaking News - Fachrul Razi, Menteri Agama Indonesia memastikan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri Tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya .Dengan diterbitkannya  Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi wabah corona (Covid-19).Tidak ada tarawih berjemaah, tidak ada acara buka puasa bersama (bukber) dan bahkan halalbihalal pun dilakukan secara online.

"Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19," kata Razi dalam keterangan resminya, Senin (06/4).


Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran tentang panduan ibadah Ramadab dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi covid-19. Surat edaran No 6 tahun 2020 ini diteken, Senin (6/4/2020).

Berikut isi lengkap panduan beribadah selama Ramadan itu, Senin (6/6/2020):

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah;
2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau iftharjama’i (buka puasa bersama).
3. Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah;
4. Tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an;
5. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan;
6. Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan;
7. Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan di masjid/ musala;
8. Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya;
9. Agar tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:
a. Salat Tarawih Keliling (tarling).
b. Takbiran keliling, kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/ musala dengan menggunakan pengeras suara.
c. Pesantren Kilat kecuali melalui media elektronik.
12. Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/ conference;
13. Pengumpulan Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah):
a. Menghimbau kepada segenap umat muslim agar membayarkan zakat hartanya segera sebelum puasa Ramadan sehingga bisa terdistribusi kepada Mustahik lebih cepat.
b. Bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian, hal tersebut diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.
c. Organisasi Pengelola Zakat berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.
d. Memastikan satuan pada Organisasi Pengelola Zakat, lingkungan masjid, musala dan tempat lainnya untuk melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), alat pencatatan, tempat penyimpanan dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.
e. Mengingatkan para panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS untuk meminimalkan kontak fisik langsung, seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat.
14. Penyaluran Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah):
a. Organisasi Pengelola Zakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat, untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada Mustahik melalui tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang.
b. Organisasi Pengelola Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada Mustahik melalui tukar kupon dan mengumpulkan para penerima zakat fitrah.
c. Organisasi Pengelola Zakat. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk melakukan penyaluran dengan memberikan secara Iangsung kepada Mustahik.
d. Organisasi Pengelola Zakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah atau ZIS yang benda di lingkungan masjid, musalin dan tempat pengumpulan zakat Iainnya yang berada di lingkungnn masyarakat untuk pro aktif dalam melakukan pendataan Mustahik dengan berkoordinasi kepda tokoh masyarakat maupun Ketua RT dan RW setempat.
15. Petugas yang melakukan penyaluran zakat fitrah dan/atau ZIS agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tissue).
16. Dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Syawal. seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan. dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhhwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah;
17. Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah setempat terkait dan penanganan Covid-19.

Disebutkan di surat edaran yang nomor urut poinnya seperti ada yang terlewati atau salah ketik, bahwa edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Islam.

Sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Surat ditujukan kepada para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Dan, para Kepala Unit Pelaksana Teknis Se-Indonesia.

Razi menginstruksikan agar pelaksanaan Salat Idul Fitri yang biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau di lapangan untuk ditiadakan. Ia pun menunggu terbitnya Fatwa MUI terkait pedoman ibadah Salat Id di tengah wabah corona.

Mengenai "Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference, ujarnya mengakhiri.***  Lisa Afrida F.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved