Headlines News :
Home » » Belum Selesai Urusan dengan Corona, Kini Warga Digemparkan oleh Hantavirus

Belum Selesai Urusan dengan Corona, Kini Warga Digemparkan oleh Hantavirus

Written By Info Breaking News on Rabu, 25 Maret 2020 | 15.39


Jakarta, Info Breaking News – Meski tengah bergelut dengan pandemi Covid-19, kini warga dihebohkan dengan hantavirus.

Kabar mengenai hantavirus sendiri viral di media lokal Tiongkok, Global Times, setelah seorang pria asal Yunnan meninggal secara tiba-tiba di bus yang membawanya ke Provinsi Shandong.

Berdasarkan hasil tes menggunakan nucleus acid, pria tersebut diketahui terinfeksi hantavirus. Setelah itu, 32 penumpang lainnya pun ikut diuji untuk mengetahui apakah terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Lantas, apakah sebenarnya hantavirus tersebut?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, anggota keluarga patogen hantavirus sebagian besar disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus. 

Virus ini dapat menular melalui udara dan terjadi ketika partikel virus dari urine, kotoran, dan air liur hewan bergerak di udara dan menginfeksi manusia. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat terjangkit hantavirus jika digigit oleh hewan yang terinfeksi.

CDC juga mengatakan, seseorang dapat terinfeksi hantavirus jika dia menyentuh mulut atau hidung setelah memegang permukaan yang terkontaminasi dengan urine, kotoran, atau air liur tikus. Memakan makanan yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang terpapar hantavirus.


Terkait dengan penyebarannya, CDC menyebut hantavirus di AS tidak dapat menular dari manusia ke manusia. Meski begitu, ada kasus langka yang pernah didokumentasikan di Chile dan Argentina terkait dengan penularan hantavirus dari manusia ke manusia. Hal ini terjadi pada orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus Andes. 

Orang kerap terinfeksi hantavirus ketika mereka berada di daerah perdesaan, hutan, dan ladang pertanian, di mana banyak hewan pengerat yang hidup di sana.

HPS dan HFRS

Seperti dilaporkan oleh Newsweek, Selasa (24/3/2020), terdapat dua jenis hantavirus yang pernah diteliti. Yang pertama ialah hantavirus “Dunia Baru”. Virus ini ditemukan di AS dan dapat mengembangkan apa yang dikenal sebagai sindrom paru hantavirus (HPS). Sedangkan jenis "Dunia Lama" yang ditemukan di Eropa dan Asia dapat memicu demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Gejala HPS yang berpotensi mematikan, termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama di paha, punggung, pinggul, dan kadang bahu.

Dalam beberapa kasus, korban juga merasa pusing, sakit kepala, kedinginan, muntah hingga diare. Antara empat sampai 10 hari setelah fase pertama, seseorang dapat mengalami sesak napas, batuk, dan paru-paru mungkin terisi cairan.

Sementara itu, untuk HFRS gejalanya muncul dengan cepat. Hal ini termasuk sakit punggung dan perut, sakit kepala, kedinginan, mual, dan demam. Penglihatan mereka juga bisa kabur dan wajah mereka menjadi memerah atau meradang. Kondisi ini diikuti pula dengan tekanan darah rendah serta syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut.

Orang yang terinfeksi hantavirus HFRS, antara 1 sampai 15 persen pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk korban HPS, 38 persen dinyatakan tewas. *** Lisa Afrida F.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved