Headlines News :
Home » » Tiongkok Copot 2 Pejabat Kesehatan Provinsi Hubei

Tiongkok Copot 2 Pejabat Kesehatan Provinsi Hubei

Written By Info Breaking News on Selasa, 11 Februari 2020 | 21.55



Beijing, Info Breaking News – Dua petinggi Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, Tiongkok dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh pejabat dari pemerintah pusat guna sebagai upaya memerangi wabah virus korona yang telah memakan ribuan korban jiwa.

Kedua pejabat yang digantikan tersebut ialah Zhang Jin, Sekretaris Komisi Kesehatan Partai Komunis Provinsi Hubei dan Liu Yingzi, Direktur Komisi Kesehatan. Scmp.com, Selasa (11/2/2020) melaporkan jabatan keduanya akan diisi oleh Wakil Kepala Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Wang Hesheng. Sebelumnya Wang juga diangkat sebagai anggota Komite Tetap Hubei, badan pembuat keputusan teratas tingkat provinsi.

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga mengirim Chen Yixin selaku Sekretaris Jenderal Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat ke Hubei untuk mengatasi wabah tersebut.

Tak hanya itu, badan anti korupsi tertinggi di Tiongkok yakni Komisi Pengawas Nasional juga ikut mengirimkan tim ke Hubei untuk melakukan penyelidikan terhadap pengobatan dan kematian dr Li Wenliang, dokter pertama yang mencoba mengungkap informasi tentang wabah virus korona, namun justru ditegur oleh polisi Wuhan.

Li dilaporkan terinfeksi virus korona dan meninggal dunia minggu lalu dalam usia 34 tahun. Kematiannya mengundang amarah dari publik. Tidak sedikit dari mereka menuntut pihak berwenang untuk meminta maaf atas cara mereka memperlakukan Li. 
Pengguna media sosial Tiongkok juga ramai meluapkan amarahnya kepada pemerintah Kota Wuhan dan Provinsi Hubei karena menutupi penularan.
Dalam sebuah wawancara dengan Juru Bicara Partai Komunis dengan stasiun televisi CCTV akhir Januari lalu, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengindikasikan bahwa Beijing setidaknya ikut bertanggung jawab atas kurangnya transparansi.
"Sebagai pemerintah daerah, kami tidak diizinkan untuk mengungkapkan informasi terkait penularan, kecuali kami berwenang, yang banyak orang tidak mengerti pada tahap awal," katanya.
Zhou juga mendapat kecaman pedas atas isolasi Kota Wuhan, karena ia menangguhkan transportasi dalam kota. Dalam wawancara itu, Zhou mengakui penanganannya terhadap krisis itu "tidak cukup baik" dan dia "bersedia mengundurkan diri selama itu membantu menahan penyebaran virus." ***Candra Wibawanti

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved