Headlines News :
Home » » Aktivitas Meningkat, Gunung Slamet Kini Berstatus Waspada

Aktivitas Meningkat, Gunung Slamet Kini Berstatus Waspada

Written By Info Breaking News on Jumat, 09 Agustus 2019 | 13.05



Bandung, Info Breaking News – Mulai pukul 9.00 WIB pagi tadi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Badan Geologi, Kasbani menyatakan status Gunung Slamet 3.432 mdpl (meter di atas permukaan laut) ditingkatkan dari Normal (level I) jadi Waspada (level II) menyusul meningkatnya aktivitas magmatik di gunung tersebut.
"Ini seiring peningkatan aktivitas magmatik di sana," kata Kasbani yang ditemui di kantor PVMBG di Bandung.
Secara administratif, Gunung Slamet sebenarnya berada di dalam 5 wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga.
Sejak tanggal 9 September 2015 silam, Kasbani mengungkapkan tingkat aktivitas Gunung Slamet adalah Level I (Normal). Peningkatan aktivitas vulkaniknya sendiri terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014 yang berupa kenaikkan aktivitas diikuti erupsi menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (tipe strombolian).
Kasbani menambahkan, berdasarkan pengamatan visual sejak 1 Juni-8 Agustus 2019 terpantau asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak. Sementara rekaman kegempaan dalam periode yang sama didominasi oleh gempa hembusan dan tektonik. Tercatat ada 51.511 gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 gempa tektonik jauh. Data inilah yang menjadi bukti adanya akumulasi energi magmatik dari dalam tubuh gunung.
"Energi itu meningkat secara gradual makanya kami tingkatkan statusnya," tuturnya.
Peningkatan status ini berdampak pada potensi ancaman bahaya Gunung Slamet. Kasbani menyatakan potensi bahaya itu berupa erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar dalam radius dua kilometer dari puncak. "Ada juga potensi erupsi freatik (uap air dan gas) serta hujan abu tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas," jelas dia.
Mengingat hal ini, Kasbani pun mengimbau para pendaki dan mereka yang berniat menggelar upacara 17 Agustus di Gunung Slamet untuk memerhatikan rekomendasi dari PVMBG. Ia juga meminta agar warga tidak mendekat dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah.
"Ini berlaku sebenarnya untuk seluruh gunung api. Saat ini ada 22 gunung api statusnya di atas normal. Dari jumlah itu, 18 gunung api statusnya waspada dan 4 gunung api statusnya siaga (level III)," kata dia. ***Juenda

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved