Headlines News :
Home » » Tito Hananta Kesuma : BPK dan BPKP Hanya Untuk Mengaudit Kerugian Negara, Bukan Kerugian Pendapatan Negara

Tito Hananta Kesuma : BPK dan BPKP Hanya Untuk Mengaudit Kerugian Negara, Bukan Kerugian Pendapatan Negara

Written By Info Breaking News on Jumat, 24 Mei 2019 | 07.55

Ahli Perpajakan RM Tito Hananta Kesuma, SH MH Saat Memberikan Pendapatnya di PN Jakarta Timur
Jakarta, Info Breaking NewsPengadilan Negeri Jakarta Timur. yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Gede Ariawan SH MH bersama anggota Hermawansyah SH MH dan Arumningsih SH. , Menjatuhkan hukuman atas nama terdakwa C. Bambang Sukamto.atas perkara penggelapan pajak dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara. Denda Rp. 8.259.349.753. ( delapan milyar dua ratus lima puluh sembilan juta tiga ratus empat sembilan ribu tujuh ratus lima pulu tiga rupiah). Dengan menyita harta benda terdakwa.apabila tidàk mencukupi, pengganti 3 bulan penjara.

Hal yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mengakui perbuatannya, serta merugikan negara menghambat pembagunan negara.
Hal yang meringankan belum pernah dihukum serta sopan dalam persidangan.

Tampil secara memukau dan akademis menjawab pertanyaan Penasehat Hukum Terdakwa, tentang kapan timbulnya kerugian negara pada pembuatan faktur fiktif, saksi ahli Perpajakan.

"Bahwa untuk menentukan hal itu tidaklah mudah dan saksi ahli menganut perlunya lembaga yang dapat mengaudit kerugian negara atau kerugian pada pendapatan negara, dalam hal ini masih ada perdebatan diantara beberapa akademisi dan ahli hukum siapa yang dapat menentukan adanya kerugian pada negara atau kerugian pada pendapatan negara atau siapa yang berhak mengaudit." kata RM. Tito Hananta Kesuma, SH MH, ahli perpajakan yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri jakarta Timur, kemaren.

Lembaga auditor yang ada sekarang ini hanya BPK dan BPKP untuk mengaudit kerugian negara bukan kerugian pada pendapatan negara, sementara dalam perkara faktur pajak fiktif diperlukan auditor untuk menghitung kerugian pada pendapatan negara.

Oleh karenanya dalam perkara faktur pajak fiktif perlu dinilai faktor lain yaitu apakah adanya kesengajaan atau kealpaan dari pelaku.

Untuk menilai unsur kealpaan perlu dipertimbangkan  kemampuan pelaku apakah memiliki kompetensi dalam bidang perpajakan atau tidak.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, atas pertanyaan majelis hakim, tentang seseorang yang meminjamkan  data dan informasi perusahaan yang berhubungan pajak kepada perusahaan lain untuk mendapatkan imbalan merupakan kesengajaan ataukah kelalaian, saksi ahli menjelaskan tergantung pada keadaan apakah ketika orang tersebut menerima imbalan karena adanya bujuk rayu atau penipuan maka dapat disebut kealpaan namun bila orang tersebut menyadari imbalan yang diterima adalah untuk pembuatan faktur fiktif tentu hal itu adalah kesengajaan.

Jaksa Penuntut Umum Tri Wahyu SH. Menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara. Denda dua kali lipat dari jumlah pajak, dalam faktur  Rp. 16.518.699.506. 
Dengan waktu 1 bulan sesudàh putusan pengadilan berkekuatan hukum. Maka harta bendanya dapat disita jaksa kemudian dilelang membayar denda. Apabila harta benda
Terdakwa tidak mencukupi membayar denda, diganti dengan penjàra selàma 6 bulan. Barang bukti dipersidangan berupa berkas, dikembalikan kepada Jaksa penuntut Umum, untuk digunakan dalam perkara yang sama dengan terdakwa yang lain.

Terdakwa didampingi Penasehat Hukumnya, dari Kantor Hukum Sentral & Partners

Ferry Yuli Irawan, SH., MH.
Andi Faisal, SH., MH.
Daniel Setiyawan, SH
Fajar Gloria Sinuraya, SH

Menyatakan dalam pledoinya, Bahwa terungkap dipersidangan, serta saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU. Tidak satupun yang melihat atau mengetahui bahwa terdakwa C Bambang Sukamto yang telah  membuat faktur pajak fiktif, bahkan terungkapdi persidangan pula terdakwa kapasitasnya hanya menyerahkanp dokumen perusahaannya dalam rangka pengembangan atau memulai bisnis baru yaitu perdagangan besi tua dan tidak ada maksud atàu niat dalam diri terdakwa untuk membuat faktur pajak fiktif.

Dengan berakhirnya sidang C Bambang Sukamto akankah menyeret terdakwa yg lain? Dimana dipersidang telah terbukti mengakui menerima sejumlah uang atas perkara ini.
*** Paulina.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved