Headlines News :
Home » » KPK Yakin Barbuk Ratusan Juta Dimeja Menteri Agama Adalah Uang Haram

KPK Yakin Barbuk Ratusan Juta Dimeja Menteri Agama Adalah Uang Haram

Written By Info Breaking News on Rabu, 15 Mei 2019 | 07.28

Menag Lukman Hakim Saat Mengenakan Kalung KPK
Jakarta, Info Breaking News - Setelah dikembangkan dan dilakukan investigasi senyap, maka pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan uang ratusan juta rupiah yang disita tim penyidik saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy.
Diketahui, tim penyidik menyita uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman di Kementerian Agama pada Senin (18/3) lalu.
“Yang pasti ketika ada barang bukti yang disita berarti itu diduga terkait dengan pokok perkaranya,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, kemaren.
KPK memastikan akan terus mendalami mengenai uang tersebut. Termasuk mendalami pihak pemberi uang ratusan juta tersebut kepada Menteri Lukman.
“Nanti detailnya di penyidikan akan diklarifikasi misalnya yang rupiah itu dari mana, yang valuta asing dari mana. Itu kan bagian dari teknis penyidikan,” tuturnya.
Dalam proses pendalaman ini, tak tertutup kemungkinan penyidik bakal kembali memeriksa Lukman. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Lukman belum lama ini.
Uang ratusan juta ini menjadi salah satu poin yang dicecar penyidik saat memeriksa Lukman. “Kalau dibutuhkan pendalaman lagi akan kami panggil kembali,” ungkap eks aktivis ICW ini.
Selain soal uang ratusan juta yang disita dari ruang kerja Lukman, KPK juga menemukan adanya dugaan pemberian uang Rp 10 juta dari Kakanwil Kemag Jatim Haris Hasanuddin kepada Lukman.
Haris yang kini telah menyandang status tersangka itu memberikan uang kepada Lukman sebagai ucapan terima kasih karena telah memilih dan melantiknya sebagai Kakanwil Kemag Jatim.
Lukman telah melaporkan penerimaan uang itu kepada Direktorat Gratifikasi KPK. Namun, Direktorat Gratifikasi KPK tidak menindaklanjuti laporan tersebut karena dilakukan Lukman beberapa hari setelah tim penyidik menangkap sejumlah pihak terkait kasus ini.
“Kami tidak bisa tindaklanjuti dengan penerbitan SK karena itu dilaporkan setelah OTT 10 atau 11 hari setelah OTT. kalau dilaporkan setelah OTT atau ada proses hukum tentu kami koordinasi menunggu proses hukum,” tandasnya. *** Ira Maya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved