Headlines News :
Home » » Bonar Novi Priatmoko, Anak Muda yang Siap Melayani Warga Salatiga

Bonar Novi Priatmoko, Anak Muda yang Siap Melayani Warga Salatiga

Written By Info Breaking News on Rabu, 22 Mei 2019 | 01.47

Bonar Novi Priatmoko

Salatiga, Info Breaking News - Pemungutan suara untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden maupun calon legislatif telah berlangsung 17 April 2019 lalu dan pada Selasa, 21 Mei 2019 dini hari KPU telah menetapkan hasil Pemilu 2019. 

Jauh dari hiruk pikuk ibukota, tepatnya di sebuah kota kecil di Jawa Tengah yakni Salatiga, telah terpilih juga anggota DPRD periode 2019-2024.

Ialah Bonar Novi Priatmoko yang menjadi salah satu dari 25 anggota DPRD Kota Salatiga yang terpilih. Putra daerah Salatiga kelahiran 24 November 1993 ini terpilih menjadi anggota DPRD termuda. Bonar berhasil meraih 1.851 suara di Dapil Sidorejo dengan jumlah DPT sebanyak 38.622 pemilih dan 181 TPS. Dengan perolehan suara tersebut, dirinya berada di urutan suara terbanyak ke-9 di Kota Salatiga.

Saat di wawancara oleh Info Breaking News, Bonar menceritakan awal mula dirinya bisa terjun ke dunia politik. Hal ini tidak lepas dari pengaruh Supriyono, almarhum ayah Bonar, yang memang sejak muda aktif di organisasi kepemudaan hingga akhirnya menjadi anggota DPRD Salatiga dari PDIP. 

Beranjak dewasa saya sering mendengarkan dan membahas isu seputar partai bersama Bapak dan teman-teman seperjuangan. Saya juga aktif di Organisasi Kepemudaan Partai yakni Banteng Muda dan Komunitas Juang. Ini membuat saya terpanggil dan memotivasi saya untuk semakin berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk maju sebagai anggota legislatif sebagai bentuk konkrit kepedulian saya pada bangsa ini,” ujar Bung Bonar, sapaan akrabnya.

Bonar saat berdialog di rumah warga untuk mendengarkan aspirasi mereka

Bonar banyak belajar dan mendapatkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh ayahnya. “Sikap rendah hati, tidak membeda-bedakan atau pilih kasih dan disiplin waktu menjadi nilai yang selalu ayah saya teladankan. Sikap-sikap ini akan saya pegang teguh dalam menjalankan amanat rakyat sebagai Anggota DPRD Kota Salatiga,” paparnya. Ayahnya juga pernah berpesan supaya dalam hidup ini “Ora usah neko-neko” (tidak usah macam-macam) dan “Nek wani ojo wedi-wedi, nek wedi ojo wani-wani” (kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani).

Memilih PDIP menjadi kendaraan politik bukan tanpa alasan. Bonar tumbuh dan memiliki kedekatan secara psikis dengan PDIP. “Bisa saya katakan bahwa PDIP sudah sangat melekat dalam diri saya. PDIP yang mendidik saya dari remaja hingga sekarang, dimana saya semakin dewasa dalam berpolitik. Idealisme yang berkembang di dalam diri saya untuk berjuang demi bangsa dan NKRI segaris dan sejalan dengan perjuangan PDIP,” ungkap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Sebagai kaum milenial yang masih sangat muda, dirinya sempat mengalami kesulitan ketika meyakinkan masyarakat yang akan diwakilinya di DPRD. Namun Bonar dengan gaya yang khas serta tekadnya yang kuat, bisa melewati semua tantangan itu. 

“Ketika saya memutuskan untuk maju menjadi Caleg DPRD Kota Salatiga, saya memang menangkap adanya keraguan di masyarakat terhadap diri saya, apakah saya mampu mengemban amanah sebagai wakil rakyat dengan usia yang masih tergolong muda. Saya sangat memahami keraguan ini, salah satu cara yang saya lakukan untuk meyakinkan masyarakat adalah sesering mungkin saya bertemu dan berdialog dengan masyarakat di semua lapisan, dari teman-teman muda hingga para orang tua untuk menangkap keluhan dan harapan mereka. Dengan melakukan dialog, saya semakin memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga saya bisa menyampaikan beberapa alternatif solusi dari masalah yang ada,” terang Bonar yang memang sudah sejak ayahnya menjadi anggota DPRD sering ikut blusukan untuk mendengar aspirasi masyarakat.

Salah satu aktivitas Bonar ketika menyapa warga Kota Salatiga
Menjadi anggota DPRD termuda dan bahkan satu-satunya yang beragama Katolik, bukan menjadi halangan bagi Bonar untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Sejak lahir hingga saat ini, saya diajarkan oleh orang tua saya bahwa kelak saya harus bisa menjadi manusia yang berguna bagi bangsa, negara dan agama. Saya sudah terbiasa bergaul dengan semua kalangan, baik di kalangan gereja Katolik maupun juga dengan teman-teman lintas iman. Justru inilah kesempatan yang baik untuk melayani dan menjadi garam serta terang bagi warga Salatiga,” ujar pemuda yang juga aktif melayani di Keuskupan Agung Semarang ini.

Bonar memiliki visi dan misi yang sangat mulia untuk warga dan kota Salatiga. Ia berharap dapat membangun kota Salatiga demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Untuk mencapai visi tersebut, saya memilik misi yaitu memperjuangkan aspirasi rakyat di bidang penataan kota/fasilitas umum, kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi kerakyatan dan pariwisata, pendidikan dan sosial budaya. Adapun program kerja yang akan saya perjuangkan adalah mendorong pembangunan kota dan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat Salatiga, mendorong terwujudnya lingkungan hidup yang sehat, penguatan ekonomi dan pariwisata, mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan terwujudnya kehidupan sosial yang baik serta mengembangkan pelestarian budaya."

Lebih lanjut Bonar mengungkapkan bahwa dirinya sangat yakin bahwa segenap masyarakat Salatiga akan bersama-sama mewujudkan visi dan misi tersebut.. Selamat bekerja dan melayani Bung Bonar! ***Vincent Suriadinata


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved