Headlines News :
Home » » PN, PT Bahkan MA Mutlak Harus Jadi WBBM

PN, PT Bahkan MA Mutlak Harus Jadi WBBM

Written By Infobreakingnews on Kamis, 14 Maret 2019 | 07.36


Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH MH, dengan Pedang Ratu Keadilannya
Jakarta, Info Breaking News – Demi menjaga marwah lembaga peradilan yang terhormat dan selaras dengan bunyi irah-irah saat menyebutkan "Demi keadilan berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa" yang menjadikan hakim adalah wakil Tuhan dalam memutus suatu perkara daklam persidangan yang sudah dibentangkan secara terbuka, maka sudah saatnya menjadikan Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi (PT) serta Mahkamah Agung sebagai benteng terakhir bagi para pencari keadilan harus dan mutlak menjadi  wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM)

Itu sebabnya berulangkali dalam setiap kesempatan Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Hatta Ali SH MH, selalu mengimbau agar para para hakim, anakbuahnya maupun para pegawai kantor Pengadilan, haruslah benar benar bersih, jangan lagi tergoda hanya dengan segepok rupiah yang bisa membuat masuk penjara, atau mungkin mata nakal yang selalu melihat rumput ditaman tetangga itu kayaknya tampak Lebih hijau dan segar merangsang dibanding rumput yang ada ditaman rumah sendiri, sehingga kejadian skandal pelakor atau pebinor yang selama ini hanya berada didunia selebritis itu jangan pernah lagi masuk didalam lembaga pengadilan,  apalagi dikalangan para hakim maupun pegawai PENGADILAN YANG SAYA CINTAI ini. 

"Saya lebih suka menganjurkan kepada para isteri hakim, biarlah bisa lebih mampu merawat kecantikan dan kemesraan didalam rumah tangga, sekalipun harus dengan rajin meminum ramuan jamu sari rapet mewangi atau dengan pil Viagra untuk para suami yang sudah hampir loyo. Biar segar lagi, biar tetap bergairah kepada isteri dirumah yang sudah menemanimu saat susah dan saat sakit. Dan jangan lagi ada dusta diantara kita, sehingga saya menghimbau jangan lagi suka mengantongi Viagra atau sejenis obat kuat itu untuk bepergian keluar kota. Itu berbahaya kawan. Karena sesungguhnya keberhasilan dan kesuksesan seorang suami karena ada seorang isteri yang dasyat diatas Sajadah nya, didapur saat meramu menu makanan, bahkan juga diatas ranjang peraduan yang selalu membara karena cinta dan kesetiaan kita." kata Hatta Ali yang spontan membuat Gerr dan tepuk tangan menggema ruangan besar dibebarapa kali event pelantikian para hakim tinggi.
Pemimpin Umum Media Info Breaking News Grup Emil F Simatupang Bersama Jubir Mahkamah Agung, Dr. Andi Samsan Ngangro SH MH

Itulah sebabnya Hatta Ali yang sejak mudanya jadi juara balapan motor klas 125 cc, dan sejak muda banyak dikelilingi para wanita cantik nan seksi itu, selalu mengingatkan bahwa untuk mendukung program tersebut, Mahkamah Agung (MA), Ketua Pengadilan Tinggi (PT), serta Ketua Pengadilan Negeri (PN) Se Indonesia mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi kinerja para hakim, termasuk segera melaporkan, jika menemukan adanya hakim yang menyimpang dan terlibat korupsi atau memberi pelayanan buruk kepada masyarakay pencari keadilan.

Marwah lembaga dan Komitmen untuk ber integritas diatas, belakangan ini langsung banyak mendapat tanggapan tak terkecuali dari Presiden Joko Widodo yang memuji keberhasilan yang telah dicapai oleh MA dibawah sang maestro Hatta Ali, 

"Oleh karena itu, saya tegaskan bahwa saya akan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Mahkamah Agung atas capaiannya yang sanga signifikat ini, walau masih ada sedikit disana sin, yang harus terus menerus harus diperbaiki." kata Presiden Joko Widodo pada acara laporan tahunan MA belum lama ini di Senayan Jakarta.
\
Sementara tanggapan dari advokat senior Hartono Tanuwidjaya, SH, .Si, MH, yang selama ini banyak menulis perspektif hukum diberbagai media cetak, online itupun ikut angkat bicara dan terpanggil memberikan masukan berharga.

Hartono menilai kehadiran Zona Integritas di kalangan pengadilan sangatlah penting. Hal itu, dapat dijadikan momentum intropeksi diri bagi para unsur penegak hukum sekaligus meniat kan ulang sumpah profesi jabatan guna melawan godaan suap baik dalam tiap kata maupun perbuatan, agar selalu menjaga hal-hal baik.

Namun, Hartono menegaskan agar ikrar tersebut jangan hanya dijadikan Lip Service semata. Dimana apa yang dikatakan, sereingkali tak sama dengan apa yang diperbuat.

“Hal ini jangan sekedar Lip Service belaka. Lain di mulut, lain di perbuatan dan lain pula di putusan,” tutur advokat yang juga seorang promotor tinju di tanah air tersebut.

Mengingat keadilan di zaman sekarang tak lebih dari sekedar komoditi dagangan, Hartono menjelaskan yang rakyat inginkan saat ini ialah pengakuan dosa para pejabat hukum yang pernah menerima suap.

“Ini sesungguhnya yang diharapkan rakyat. Mereka butuh pengakuan dosa dari pejabat hukum yang pernah menerima suap,” tutur Hartono.

Tak hanya mengaku, rakyat juga disebut ingin para pejabat hukum yang terlibat berjanji tak akan melakukan hal terlarang itu lagi, bahkan tak tanggung-tanggung mundur dari jabatan jika merasa pernah menerima janji atau pemberian tertentu.

“Bahkan jika perlu mereka mundur dari jabatan itu karena merasa pernah menerima janji atau pemberian tertentu,” imbuhnya.

Di kesempatan lain, seorang wartawan mengimbau agar Ketua PN Jakbar dapat lebih transparan dalam menerima laporan serta social control dari para jurnalis, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Dirjen Badan Peradilan Umum MA, Haswandi.

Hal tersebut mengingat hingga kini awak media kerap dipersulit ketika meminta tanggapan dari Ketua PN, seperti yang dialami awak meida di PN Jakbar beberapa waktu ;lalu, terlebih jika hal yang disinggung berhubungan dengan temuan di lapangan khususnya mengenai para terdakwa perkara narkoba yang diputus untuk melakukan rehabilitasi padahal dalam kenyataannya mereka tak pantas menerima putusan tersebut.

Advokat Senior Hartono Tanuwidjaja, SH, MSi, MH
Putusan PN Jakbar tersebut lalu menimbulkan kecurigaan terkait adanya oknum-oknum tertentu di PN Jakbar yang menerima uang agar dapat memberikan yang bersangkutan fasilitas istimewa, dibanding dengan terdakwa yang nota bene adalah orang tak mampu  yang mendapat vonis penjara meskipun dengan jumlah barang bukti yang sama.

"Hal hal yang seperti itu juga bisa  kita jumpai disejumlah Pengadilan Negeri lainnya, sehingga teguran keras yang sudah berulang kali dari para petinggi di MA masih belum disadari sepenuh hati oleh para hakim dan pegawai pengadilan yang seringkali bermain mata dengan para pihak yang berperkara, sehingga terjadinya dagang perkara, dan yang miskin yang tak berdaya, walaupun benar tetap saja kalah bahkan masuk penjara." kata Hartono yang juga dikenal sebagai salah satu Ketua Komunitas Para Advokat itu.

Menutup sesi artikel yang spesial ini, Hakim Agung yang juga merupakan jubir MA, Dr. Andi Samsan Ngangro SH MH menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap wartawan yang sudah akrab dengan Andi saat menjabat menjadi hakim biasa dan sekaligus humas di Penghadilan Negeri Jakarta Pusat 20 tahun silam itu, Apalagi selain jiwa seorang jusrnalis ada bersarang dalam diri Jubir MA yang dinilai paling mampu meredam gejolak pemberitaan yang tak sedap dikalangan MA sehingga cepat teratasi dan membuat belakangan ini sang maestro Hatta Ali pun lebih nyaman dan tidur pulas dikamar peraduannya, karena tak ada lagi hakim terkena OTT KPK atau berita sensasi yang basi berdasarkan data yang sudah usang dilingkungan MA.

"Karena sejak lama jajaran Dewan Pers dan lembaga wartawan lainnya selalu mengundang saya bahkan menjadikan saya juga sebagai penasehat dan anggota pembina, maka akibatnya tak bisa saya membiarkan jika ada kalangan wartawan yang bermasalah dengan hukum. Pasti saya bina kalau masih bisa dibina sebelum dibinasakan.
Oleh karena itu, mari sama sama kita saling memberi support agar kedepannya kita lebih baik bersinergi dengan pihak lainnya yang memang kita butuhkan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas serta sumber daya manusia dilembaga peradilan ini."  kata Andi Samsan, jubir MA yang merupakan sosok hakim agung yang paling dekat dengan kalangan wartawan. 
*** Emil Simatupang.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved