Headlines News :
Home » » Perkara Anggaran Bocor, Istana: Itu Proyek Apa?

Perkara Anggaran Bocor, Istana: Itu Proyek Apa?

Written By Infobreakingnews on Kamis, 07 Februari 2019 | 16.26

Staff Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika

Jakarta, Info Breaking News – Dalam pidatonya di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin (6/2/2019), calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut  terjadi kebocoran anggaran negara sebanyak 25% yang terjadi akibat adanya penggembungan atau mark up.

Menanggapi hal itu, pihak Istana pun tak mau pusing. Mereka juga tak banyak berkomentar terkait pernyataan Prabowo tersebut.

"Saya nggak bisa jawab kalau tidak jelas obyeknya. Misalnya, yang di-mark up itu proyek apa sehingga bisa dicek," kata Staff Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika, Kamis (7/2/2019).

Di kesempatan lain, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti menegaskan pengelolaan anggaran negara dalam APBN dilakukan secara kredibel dan profesional dan telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BPK sendiri, kata Nufransa, telah memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). 

"Pengelolaan anggaran melalui APBN dilaksanakan secara kredibel dan profesional. Setiap tahunnya juga dilakukan pemeriksaan/audit oleh BPK. Hasil audit dua tahun terakhir (2016 dan 2017), BPK memberikan predikat WTP atas LKPP," katanya.

Diketahui, Prabowo memperkirakan sekitar 25% anggaran negara bocor. Ia mengklaim telah menghitung serta menulis anggaran yang bocor itu dalam bukunya.

Pernyataan itu dikeluarkan Prabowo saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).
Prabowo menyebut kebocoran anggaran itu karena adanya penggembungan atau mark up.

"Proyek yang harganya 100 dibilang 150. Itu namanya apa, penggembungan, 
namanya mark up. Harga 100 dia tulis 150. Bayangkan, jembatan harga 100 ditulis 150. Dan ini terjadi terus-menerus. Kita harus objektif masalah ini sudah jalan lama. Ini harus kita hentikan dan kurangi. Kalau anggaran kita yang sudah disepakati 200 miliar dolar, kalau kebocoran tadi 25%, artinya yang hilang... hampir Rp 500 triliun yang bocor " tuturnya. ***M. Parulian

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved