Headlines News :
Home » » Beberkan Kronologi Penganiayaan yang Dialami Pegawainya, KPK Harap Pelaku Cepat Terungkap

Beberkan Kronologi Penganiayaan yang Dialami Pegawainya, KPK Harap Pelaku Cepat Terungkap

Written By Infobreakingnews on Senin, 04 Februari 2019 | 17.50



Jakarta, Info Breaking News – Pasca peristiwa penganiayaan yang dialami oleh dua pegawainya saat tengah bertugas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun membeberkan kronologi insiden yang terjadi pada hari Minggu, (3/2/2019) kemarin.
Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kejadian tersebut bermula dari tim penyelidik KPK yang tengah ditugaskan pimpinan untuk memeriksa informasi masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi oleh penyelenggara negara.
Penelusuran tersebut kemudian mengarahkan tim ke Hotel Borobudur sejak Sabtu (2/2/2019). Menjelang tengah malam, pegawai KPK yang sedang bertugas tersebut dihampiri oleh sejumlah orang. Keduanya pun dibawa ke suatu lokasi di Hotel Borobudur.
"Setelah dini hari, hari minggu tepatnya ada beberapa orang yang mendekati tim KPK dan kemudian membawa pegawai KPK ke satu tempat di hotel tersebut," paparnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/2/2019).
Usai sampai di lokasi, kedua petugas yang sedang bertugas tersebut pun langsung diinterogasi. Saat diinterogasi itu, kedua pegawai KPK tersebut mengungkap identitasnya yang merupakan bagian dari lembaga antirasuah dan memang ditugaskan secara resmi untuk menyelidiki laporan masyarakat terkait adanya dugaan tipikor. Namun, sekelompok orang tersebut tetap menganiaya dan mengeroyok kedua pegawai KPK.
"Tetapi penganiayaan dan pemukulan tetap dilakukan terhadap mereka," ungkapnya.
Diketahui, penganiayaan terhadap pegawai KPK tersebut bertepatan dengan adanya rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua, dengan pihak Kemdagri terkait pembahasan hasil review terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
‎Kejadian tersebut, menurut Febri, sangat disayangkan karena masih ada saja sekelompok orang yang main hakim sendiri.
Lebih lanjut Febri mengaku pihaknya telah menerima informasi mengenai pernyataan dari ‎pejabat Pemprov Papua yang menyebut penganiayaan bermula karena kedua pegawai KPK itu mengambil foto. Namun, apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri tak dapat dibenarkan.
"Apalagi sudah disampaikan mereka adalah penegak hukum yang sedang bertugas, tapi tindakan kekerasan dan penganiayaan tetap dilakukan beberapa orang terhadap pegawai KPK. Karena itu kami menyebut kejadian tersebut sebagai penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang bertugas," tegasnya.
Akibat penganiayaan ini, salah seorang pegawai KPK masih berada di rumah sakit. KPK telah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian. 
KPK berharap Polda Metro Jaya dapat bekerja maksimal untuk segera mengungkap pelaku dibalik penganiayaan tersebut.
"Kami percaya Polda Metro Jaya akan menangani ini secara maksimal selain karena pengalaman tim Ditreskrimum tersebut juga sudah cukup sering kita dengar dalam menemukan para pelaku penganiayaan atau kejahatan-kejahatan sejenis," tutur Febri. ***Raymond Sinaga


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved