Headlines News :
Home » » Tentara Lebanon Larang Anggotanya Mainkan PUBG

Tentara Lebanon Larang Anggotanya Mainkan PUBG

Written By Infobreakingnews on Rabu, 09 Januari 2019 | 15.43


Beirut, Info Breaking News – Militer Lebanon secara resmi menerbitkan surat keputusan yang melarang anggotanya untuk mengunduh serta memainkan game online PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).
Surat keputusan tersebut diterbitkan langsung oleh Pemimpin Tentara Lebanon serta ditandatangani oleh Komandan Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun pada 4 Januari lalu.
Dalam memo internal tersebut, alasan mengapa ada larangan untuk mengunduh dan memainkan permainan tersebut adalah karena kekhawatiran tentara Lebanon akan tersambung dan bermain serta berkomunikasi dengan pemain dari berbagai negara, termasuk musuh Zionis. Pasalnya, selama permainan sesama anggota tim dapat saling berkomunikasi melalui pesan teks maupun suara.
Tak hanya PUBG, larangan tersebut juga berlaku untuk semua game online sejenis, yang memungkinkan pemain untuk bertemu dengan pengguna dari berbagai negara dan saling bertanding bersama. 

Media lokal Lebanon telah memuat memo tersebut dan menekankan pada bagian "seseorang dapat memilih untuk bermain secara individu atau dalam tim berisi empat pemain, di mana pemain dapat memilih anggota tim dari teman-temannya atau akan dipilih secara acak dan memungkinkan dalam tim terdiri dari orang-orang dari berbagai negara di dunia, termasuk musuh Zionis".
Personil militer Lebanon yang telah menerima memo tersebut diminta untuk turut mengedarkan pesan agar tidak mengunduh permainan sejenis dan menegaskan bahwa personil yang melanggar akan dikenai sanksi tindakan disipliner yang ketat.
Sejak pertama kali dirilis pada Maret 2017, game PUBG kini menjelma menjadi game online terpopuler di dunia dan telah diunduh lebih dari 100 juta kali hanya dalam kurun waktu empat bulan. Bahkan dalam pekan pertama sejak peluncurannya, game ini telah menjadi aplikasi permainan paling banyak diunduh di hampir 100 negara dengan jumlah pengguna harian mencapai hampir 14 juta orang. ***Armen

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved