Headlines News :
Home » » Tak Lagi Sebut Istilah "Musuh", Korsel-Korut Berdamai?

Tak Lagi Sebut Istilah "Musuh", Korsel-Korut Berdamai?

Written By Info Breaking News on Kamis, 17 Januari 2019 | 15.47

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in
Seoul, Info Breaking News – Dalam laporan dua tahunan terbaru yang dirilis pada Selasa (15/1/2019) kemarin, Kementerian Pertahanan Korea Selatan dikabarkan tak lagi menyebut Korea Utara dengan istilah “musuh”.

Ini menjadi yang pertama kalinya sejak tahun 2010 silam. Diketahui, pada tahun tersebut 50 warga Korsel tewas akibat serangan yang diduga dilakukan oleh Pyongyang.

Semenjak kejadian itu, dalam setiap laporan dua tahunannya, Kementerian Pertahanan Korsel selalu menyisipkan istilah “musuh”, “musuh masa kini” hingga “musuh utama” Korea Selatan ketika membahas mengenai Korea Utara.

Hilangnya istilah “musuh” dalam laporan terbaru milik Korsel dipercayai merupakan pertanda baik bagi hubungan kedua negara.

Meski demikian, dalam laporan tersebut masih ditemukan kalimat yang menyebutkan senjata pemusnah massal Korea Utara sebagai ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Dikabarkan sebelumnya, Korea Utara hingga kini masih memiliki program serta persenjataan nuklir yang tengah dalam proses denuklirisasi.

Istilah “musuh utama” dalam sejarah hubungan kedua negara sebenarnya terjadi sudah sejak tahun 1995.

Kala itu, Korsel menyebut Korut “musuh utama” mereka karena dipicu oleh pernyataan Pyongyang yang mengancam akan mengubah Seoul menjadi "lautan api".

Sejak saat itu, Korea Utara selalu menggunakan istilah "lautan api" ketika terjadi konfrontasi dengan Korsel. Sementara Seoul menyebut negara tetangganya itu sebagai "musuh utama", yang oleh Pyongyang dipandang sebagai provokasi dan menunjukkan permusuhan Korea Selatan.

Meski sebagian orang merasa penghapusan istilah “musuh” tersebut adalah hal yang baik, namun sejumlah oknum memperkirakan hal tersebut akan mendapat kecaman dari kaum konservatif Korea Selatan yang berpendapat pemerintahan Moon Jae-in telah merusak tatanan keamanan negara.

Diketahui, dalam laporan dua tahunan terbaru milik Korsel itu Kementerian Pertahanan Korea Selatan itu mengungkap jumlah tentara yang dimiliki Korea Utara, yakni sekitar 1,28 juta personil.

Jumlah tersebut jauh di atas kekuatan tentara Korea Selatan yang hanya berkisar 599.000 tentara. Selain itu, Korea Utara masih terus menyebarkan sekitar 70 persen aset militernya, serta baru membentuk unit operasi khusus pembunuhan.

Dokumen laporan pertahanan Korsel juga memuat 14 jenis rudal balistik yang telah dimiliki atau sedang dikembangkan oleh Korea Utara, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM).
Lebih lanjut disebutkan soal cadangan uranium dan 50 kilogram plutonium yang telah dipersenjatai, yang menurut ahli cukup untuk membuat setidaknya delapan bom nuklir.

Sebelumnya disampaikan Menteri Unifikasi Korea Selatan, Cho Myoung-gyon pada bulan Oktober, bahwa Korea Utara diperkirakan memiliki hingga 60 senjata nuklir. ***Nadya
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved