Headlines News :
Home » » Perayaan Natal Pewarna,Aras Gereja dan Ormas Kriten Mendapat Punjian J

Perayaan Natal Pewarna,Aras Gereja dan Ormas Kriten Mendapat Punjian J

Written By Info Breaking News on Jumat, 11 Januari 2019 | 09.22

Jakarta, Info Breaking News - Perayaan Natal Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia mendapat pujian dari toko-toko aras gereja yang hadir dalam acara natal tersebut. Walaupun tanggal 25 Desember memang telah berlalu, namun suasana sukacita kelahiran Yesus Kristus sang Juruselamat umat manusia masih begitu terasa dihati para umat kristiani.
 Dengan semangat sukacita itu Persatuan maka Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) bersama dengan sejumlah organisasi massa Kristen yang terdiri dari Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG), Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS), Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) dan lembaga aras menyelenggarakan perayaan natal bernuansa nusantara. 

Natal dengan Tema:"Kejarlah Damai Sejahtera dan Hidup Saling Membangun”  perayaan natal berlangsung   di Function Hall Graha Rehobot Ministry, Mall Artha Gading, Jakarta Utara, pada Rabu petang (09/01/2019), itu.
    Perayaan natal nusantara diawali dengan ibadah dan pujian yang dipimpin oleh muda-mudi lintas gereja. Persembahan pujian silih berganti dibawakan oleh STT Sunsugos dan STT Pokok Anggur. Mantan penyanyi cilik Indonesia era 2000-an, Tina Toon, ikut menyumbang suara emasnya di ibadah. Sebelum melayani, Tina sempat berkesaksian dan menuturkan harapannya di hadapan 400-an hadirin yang datang dengan mengenakan pakaian adat, bahwa tahun yang baru mesti diisi dengan sebuah kesungguhan dalam melayani Tuhan.

“Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa setia melayani lebih lagi untuk Tuhan dan sesama,” ujar Tina sesaat sebelum membawakan pujian berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan”.
   Tina juga berkisah bahwa pertolongan Tuhan begitu dirasakan sepanjang hidupnya. Untuk itulah ia mengajak hadirin untuk senantiasa berserah kepada penyertaan Tuhan di tahun yang baru ini.
  “Baru memasuki tahun 2019 kita tidak tahu apa yang terjadi. Tapi saya percaya kalau kita telah ditolong oleh Tuhan pada tahun-tahun sebelumnya, maka Tuhan yang sama akan menolong kita di tahun yang baru ini,” ucapnya kembali sebelum melantunkan pujian “Bersama-Mu”, yang diamini oleh para hadirin.
    Di sela-sela ibadah, sejumlah pimpinan aras, ormas Kristen, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia maupun gereja turut serta dalam prosesi terang lilin dengan iringan lagu “Malam Kudus” yang dibawakan oleh Clara Panggabean. Di antaranya adalah perwakilan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Haposan Sianturi dan Pdt. Dantje Wulur yang mewakili Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI). Untuk PGLII diwakilkan oleh Pdt. R.B. Rory. Sedangkan dari MUKI, diwakili langsung oleh Ketua Umum Djasarmen Purba. Ikut dalam prosesi itu pula Pdt. Brigjen (Purn) Harsanto Adi yang mewakili API serta Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono. Sementara itu untuk gereja, diwakili oleh Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Pdt. Erastus Sabdono. Dari GMDM, diwakili oleh Pdt. Jeffry Tambayong. 
    Sebuah refleksi natal kemudian dibawakan oleh Pendeta Erastus Sabdono. Pdt. Erastus memberi penekanan kepada tema yang diangkat oleh PEWARNA Indonesia dengan ormas Kristen dalam perayaan natal bersama kali ini, yang membahas seputar hidup dalam damai sejahtera dan membangun di dalam Tuhan.
   “Saya kira tema-tema seperti ini merupakan tema yang tidak asing. Jujur memang mudah kita menyusun redaksional kalimat tema dan subtema. Seringkali tema datang tidak menambah dan pulang tidak mengurangi. Tidak ada pertanggung jawaban terhadap tema-tema yang diusung, yang disusun seindah-indahnya. Terdengarlah serohani-rohaninya. Apakah kita sungguh-sungguh berkomitmen untuk mengejar damai sejahtera dan hidup untuk membangun?” tanyanya.
     Secara mendalam Pdt. Erastus juga mengurai tentang hidup yang berkenan di dalam Tuhan. Dengan tegas ia menggaris bawahi, bahwa mustahil untuk mencapai sebuah kedamaian tanpa melalui cara-cara yang dikehendaki Tuhan, yakni sebuah kerinduan untuk hidup dengan berkaca pada karakter-Nya.
     "Tidak mungkin kita memiliki damai Tuhan kalau kita tidak memiliki karakter-Nya,” tegasnya. Pendeta Erastus kemudian ikut mengingatkan agar pewarta Kristen, khususnya PEWARNA Indonesia menyadari salah satu tugas peranya dalam mebangun umat melalui Pewartaan, meskipun pewarta sendiri kerap diperhadapkan dengan kondisi yang penuh keterbatsan dalam konteks natal, Pdt Dr. Erastus juga mengatakan bahwa tempanya selalu  terbuka untuk digunakan oleh umat yang memiliki kerinduan memuji Tuhan. Pewarna sebagai insan pewarta harus memiliki peran penting sebab tulisanmu bisa lebih tajam khotbah pendeta dimimbar pewarna harus lebih cerdas dan berhikmat,"saya mengerti kondisi mereka sebab beberapa kali saya bersama mereka dalam beberapa kesempatan". Saya mengatakan ginakanlah tempat ini merupakan rumah Tuhan katanya. Menyemangamati awak pewarna indonesia. Dan menjelang dipenghuning acara putri dari Pdt Erastus Sabdono Stefanie Erastus melengkapi rangkaian puji-pujian dengan membawakan lantunan " Hanya Satu Kerinduanku," dan ditutup dengan acara memerangi peredaran gelap narkoba melalui pujian yang dibawakan oleh para awak GMDM pimpinan Pastor Jeffry Tambayong *** philipus
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved