Headlines News :
Home » » Kapolda Maluku Nyatakan Tak Ada Ampun Bagi Anakbuahnya Yang Khianat

Kapolda Maluku Nyatakan Tak Ada Ampun Bagi Anakbuahnya Yang Khianat

Written By Info Breaking News on Jumat, 18 Januari 2019 | 08.49

Ambon, Info Breaking News - Berita ini sangat miris karena kenyataannya sangat pahit saat Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, menyebutkan jika dua anak buahnya berinisial A dan N adalah penghianat.
A dan N yang berpangkat Brigadir itu diam-diam memasukan para penambang ilegal, di saat Polda Maluku sedang gencar-gencarnya melakukan penutupan kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, tahun 2018 lalu.
Kedua oknum yang bertugas di Pulau Buru ini diketahui menerima upeti dari sejumlah Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI). Kedua nama oknum itu terungkap setelah Polda Maluku berhasil meringkus sejumlah PETI.
A yang bertugas di Polsek Wayapo dan N di Polres Pulau Buru itu, kini sedang menjalani proses hukum di Propam Polda Maluku. Mereka juga terancam dipecat.
"Untuk oknum yang di Gunung Botak, sekarang dalam proses sidang-sidang," kata Kapolda Maluku kepada wartawan, Jumat (18/1).
Perbuatan mereka, tambah mantan Kakorlantas Polri ini, tidak bisa dimaafkan. "Mereka tidak ada ampun. Mereka itu penghianat," tegasnya.
Menurutnya, perbuatan dua oknum tersebut sudah berseberangan dengan komitmen Polda Maluku dan Pemerintah Daerah untuk membersihkan Gunung Botak maupun peredaran bahan kimia berbahaya.
"Teman mereka setengah mati naik gunung malam-malam, kejar sana, kejar sini, sementara dia main kongkalikong," kesal Kapolda.
Dia katakan, perilaku kedua oknum itu telah membuat teman setimnya kecewa. Mereka marah, karena disaat berupaya membersihkan tambang emas, keduanya seenaknya menikmati uang dengan cara-cara kotor.
"Jangankan yang lain, teman-temannya satu tim saja marah. Apalagi saya selaku pimpinannya. Itu tidak ada ampun. Penghianatan," tegasnya.
Polda Maluku, tambah Royke, serius dan tidak main-main menangani persoalan Gunung Botak yang kini telah menjadi ancaman akibat peredaran mercury, sianida dan bahan kimia lainnya.
"Saya sudah berkomitmen, sekali melangkah harus berhasil. Walaupun saya ketawa ketiwi, tapi ini serius. Saya serius walaupun santai," tandasnya.*** Buce Dominique.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved