Headlines News :
Home » » Kali Ini Justru Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Diserang Habis dan Dinilai Tidak Koorporatif

Kali Ini Justru Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Diserang Habis dan Dinilai Tidak Koorporatif

Written By Info Breaking News on Jumat, 11 Januari 2019 | 08.59


Jakarta, Info Breaking News - Perdebatan keras mewarnai jalannya persidangan terdakwa Pengacara Lucas, yang didakwa merintangi penyidikan KPK terhadap larinya keluar negeri tersangka Edi Sundoro, menjadi perhatian wartawan dan pengunjung sidang, Kamis. 10 Januari 2018 di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan yang menjadi saksi dihadirkan oleh pihak jaksa KPK, dalam kesaksiannya menyebutkan secara tegas bahwa keterlibatan terdakwa Lucas sangat dia yakini sejak 2016, telah menemukan jejak digital berupa chatting terhadap tersangka Edi Sindoro. Hal ini membuat tim penasehat hukum terdakwa mempertanyakan kepada saksi bahkan menantang pihak JPU agar menunjukkan rekaman suara atau chatting yang disebutkan Novel itu.

Perdebatan semakin keras karena pihak jaksa dan saksi tidak dapat memutarkan rekaman suara terdakwa yang dimaksud, apalagi chatting yang disebutkan itu.

"Saya sebagai kordinator satgas penyidik dalam perkara ini sudah menyerahkan kepada pihak jaksa penuntut, sehingga hal itu merupakan kewenangan pihak jaksa, tapi seingat saya pernah mendengar rekaman tersebut." kata Novel didepan persidangan.

Jawaban Novel ini membuat Advokat Wa Ode Nur Zainab SH MH,  ketua tim penasehat hukum terdakwa langsung memohonkan kepada majelis hakim yang dipimpin Frangky Tumbuun, agar jaksa KPK menunjukkan rekamanan atau sadapan yang dimaksud, sebagaimana biasanya pihak jaksa KPK selalu menunjukkan dipersidangan, namun kali ini pengunjung sidang dan tim penasehat hukum terdakwa merasa sangat sedih dan kecewa berat terhadap saksi Novel, karena hal yang dimaksudkan itu tak dapat ditunjukkan dihadapan saksi untuk mendapatkan kebenaran materil.

Perkara ini menjadi sangat dirasa janggal bin aneh, karena pihak KPK yang katanya sebagai korban dari tuduhan perintangi perkara Edi Sindoro itu, justru dihadirkan paling belakangan, bukan di awal persidangan, sebagaimana lazimnya yang diatur dalam KUHAP.

Banyaknya pertanyaan dari Wa Ode Nur Zainab dan tim PH lainnya yang tak dijawab oleh Novel Baswedan itu, membuat protes dan hardikan keras sehingga berulangkali diredam oleh hakim Frangky, lalu dicatat oleh pihak Panitera Pengganti sebagai keberatan dari pihak terdakwa.

Dan sebegitu banyaknya pertanyaan yang tidak dijawab saksi Novel dengan alasan pertanyaan itu sudah merupakan pertanyaan bagi saksi ferbalisan, sementara Novel menyiapkan dirinya datang sebagai saksi fakta.

"Kalau begitu tolong saksi berikan batasan mana pertanyaan buat saksi ferbalisan, dan mana yang saksi maksudkan sebagai fakta, karena sejak tadi semua pertanyaan yang kami ajukan adalah berdasarkan fakta yang ada dalam surat dakwaan jaksa," sentak seorang tim penasehat hukum lainnya, yang sebelumnya menyebutkan bahwa saksi Novel tidak layak ditampilkan sebagai saksi karena banyak tidak bisa menjawab dan Novel bahkan dinilai tidak koorporatif membantu jalannya persidangan.

Sebelumnya juga Novel tidak bersedia menjawab mengapa tidak pernah memanggil dan memeriksa konglomerat Riza Chalid. apalagi Jimmi yang misteri, begitu banyak berperan dalam surat dakwaan jaksa.

Sementara sebelumnya saksi Michael yang merupakan anak kandung tersangka Edi Sindoro, secara tegas menyebutkan bahwa tidak pernah menyebutkan adanya kaitan chtting dan suara terdakwa Lucas, karena yang sesungguhnya suara itu diyakini Michael adalah suara Mr. Tan, sahabat ayahnya.

"Sehingga saya pada persidangan ini menegaskan bahwa satu hal penting dalam BAP saya itu, saya ingin perbaiki, karena suara yang saya dengar itu bukan merupakan suara terdakwa yang tidak pernah menghubungi saya selama ini, tetapi adalah suara milik Mr. Tan yang saya yakini," kata saksi Michael.


Dan mengenai Edi Sindoro terbukti saat tgl 29 Agustus 2018 masuk ke Indonesia dan kembali ke Bangkok tidak dalam keadaan dicekal. Dan terbukti pula selama pelarian Edi Sindoro, KPK tidak pernah meminta Mabes Polri unt meminta bantuan interpol agar Edi Sindoro dikenakan red notice.. 

" Seandainya ES terkena red notice, maka lebih mudah menangkapnya di LN karena KPK dibantu interpol. Jadi ketika ES terkena kasus keimigrasian di Kuala Lumpur awal Agustus 2018, ES sudah pasti akan tertangkap oleh interpol dan diserahka  kepada KPK." ungkap Wa Ode Nur Zainab langsung bertanya kepada Novel Baswedan

"Jadi dalam perkara ini, terbukti secara terang benderang bahwa penyidikan ES terhambat oleh kelalaian KPK sendiri, KPK tidak maksimal menjalankan tugasnya dalam mencari dan menangkap ES, dan sama sekali bukan karena klien kami Lucas menghalang - halangi penyidikan. Fakta fakta  di persidangan terang benderang membuktikan hal tersebut." sambung Wa Ode Nur Zainab rada garang.

"Apalagi fakta yang tak bisa terbantahkan adalah bahwa Pengacara Lucas tidak pernah menjadi lawyer bagi tersangka Edi Sindoro itu." pungkas Wa Ode Nur Zainab yang selalu tampil berani dan cemerlang disetiap persidangan.


Menurut Wa Ode Nur Zainab, Pertama kali dalam sejarah persidangan terdakwa kasus di KPK, pihak Penuntut Umum KPK dalam persidangan menolak menunjukan bukti rekaman atau chatting terkait hal yang didakwakan, jika benar hal tersebut ada sebagaimana yang dinyatakan saksi Novel Baswedan yang katanya penyidik senior KPK di persidangan

Lebih keras lagi Nur Zainab menyebutkan, Dalam hal ini, tampak keraguan JPU dalam membuktikan dakwaannya. Hal tersebut karena memang sesungguhnya Lucas tidak bersalah sebagaimana dakwaan Penuntut Umum. Harusnya saat kesaksian Novel Baswedan, bukti rekaman atau chatting dimaksud bisa ditunjukan oleh pihak JPU didalam persidangan karena kata saksi Novel, bukti rekaman atau chatting tersebutlah yang menjadi dasar klien kami Lucas dijadikan tersangka Pasal 21 UU Tipikor, dianggap menghalangi penyidikan KPK

Sebagai clossing statmen Lucas diakhir persidangan yang selesai hingga menjelang tengah malam itu, secara tegas menyebutkan hatinya sangat miris dan sedih bagaikan terkoyak koyak, karena sejak awal dihadirkan para saksi JPU, tak ada satupun yang bisa membuktikan apa yang dituduhkan jaksa bahwa pengacara Lucas sebagai orang yang merintangi KPK dalam pelarian Edi Sindoro keluar negeri itu.

"Saya semakin sangat sedih karena saya semakin yakin bahwa apa yang dituduhkan kepada diri saya ini, hanyalah merupakan asumsi sesat pihak penyidik KPK. Tapi secara tegas saya sebagai orang beriman, saya sudah memaafkan kesalahan pihak KPK, sekalipun saya sangat menderita dibuatnya. Untuk itu pada kesempatan ini, dan untuk kesekian kalinya saya sangat memohon kepada majelis hakim agar membuka blokir atas rekening saya yang diblokir KPK, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara ini." kata Lucas sambil berdiri tegar dihadapan Novel Baswedan sebagai penyidiknya.
*** Emil Simatupang.






Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved