Headlines News :
Home » » Indonesia dan Vietnam Berpeluang Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kedua Trump-Kim

Indonesia dan Vietnam Berpeluang Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kedua Trump-Kim

Written By Info Breaking News on Senin, 21 Januari 2019 | 13.28

Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada
pertemuan pertama di Capella Hotel di Pulau Sentosa, Singapura tanggal 12 Juni 2018 silam

Jakarta, Info Breaking News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikabarkan tengah bersiap untuk menggelar pertemuan kedua.
Dalam pidatonya di awal tahun 2019, Kim Jong-un menyatakan dirinya siap bertemu dengan Trump kapan saja. Untuk menindaklanjuti hal itu, utusan khusus Kim Jong Un, Kim Yong Chol pun mengadakan pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, hari Jumat (18/1/2019) lalu.
Seusai menerima utusan khusus Kim Jong Un, Trump mengatakan, pertemuan dirinya dengan Kim Jong Un kemungkinan akan digelar akhir Februari. Meski begitu, lokasi pertemuan keduanya belum dapat dipastikan.
Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, dalam keterangannya, Minggu (20/1/2019) mengatakan bahwa Asia Tenggara nampaknya akan kembali menjadi tuan rumah karena Korut relatif lebih bersahabat dibandingkan kawasan lain. Sementara Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk lebih sering hadir di kawasan ini dalam rangka “menghadapi” Tiongkok.
Sejauh ini, Teguh menyebut ada dua negara di Asia Tenggara yang berpeluang untuk menjadi tuan rumah, yakni Indonesia dan Vietnam. Namun, peluang terpilihnya Vietnam dinilai lebih besar dibandingkan dengan Indonesia.
“Vietnam lebih berpeluang karena Vietnam dan Korea Utara memiliki garis ideologi yang sama,” ujar Teguh.
Alasan lain, menurut Teguh, Trump kelihatannya kurang berkenan berkunjung ke Indonesia pada saat-saat seperti sekarang.
“Dinamika politik di Indonesia sedang tidak menentu. Ada kekhawatiran, bila berkunjung ke Indonesia, Trump akan disambut dengan demonstrasi mengecam kebijakan AS memindahkan Kedubes AS untuk Israel ke Jerusalem,” kata dia.
“Selain itu, kehadiran Trump ke Indonesia di masa menjelang Pilpres 2019 bisa dianggap sebagai upaya mempengaruhi hasil pemilihan,” imbuhnya.
Sementara dari sisi Korea Utara sendiri, Teguh menjelaskan bahwa pemerintah Korut diperkirakan enggan untuk memilih Indonesia karena Indonesia beberapa kali melakukan tindakan yang mengecewakan Korea Utara.
Bila pertemuan kedua antara Donald Trump dan Kim Jong Un dilakukan di negara lain di Asia Tenggara, bukan di Indonesia, dapat dikatakan itu akan menjadi pukulan bagi Indonesia yang kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
“Semestinya pertemuan kedua Trump dan Kim ini dapat digunakan Indonesia untuk memperlihatkan posisi sebagai negara jangkar di Asia Tenggara. Ini juga dapat menjadi indikator pengaruh Indonesia dan kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” pungkas Teguh. ***Jeremy

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved