Headlines News :
Home » » Diminta Check-Out dari Hotel, Keluarga Korban Lion Air Tuntut Hak Mereka Dipenuhi

Diminta Check-Out dari Hotel, Keluarga Korban Lion Air Tuntut Hak Mereka Dipenuhi

Written By Info Breaking News on Rabu, 23 Januari 2019 | 15.15



Jakarta, Info Breaking News – Sebanyak 50 keluarga korban pesawat Lion Air PK-LPQ terpaksa harus keluar dari Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur lantaran pihak Lion Air tak lagi bersedia membayar biaya penginapan mereka.
"Kami (diminta) check out pukul 12.00 WIB," kata Neis Marfuah, salah satu keluarga korban Lion, Rabu (23/1/2019).
Meski begitu, Neis tetap bertahan tak akan keluar sebelum pihak Lion Air datang ke hotel dan membereskan masalah mereka.
Neis menerima selembaran pemberitahuan dari Lion Air untuk meninggalkan hotel. Surat itu menyebutkan sekitar 50 keluarga korban Lion Air yang menunggu 64 jenazah yang belum teridentifikasi akan dipindahkan ke posko (hotel) lain.  
Pemberitahuan tersebut, menurut Neis, tidaklah logis. Pasalnya setelah keluar dari hotel tidak diberitahu tujuan ke mana. Ia ingin diberitahu dulu posko mana yang akan dituju.
"Tentukan dulu kami harus check in di mana, kalau memang mereka mengatakan posko mau dipindahkan. Jangan bilang nanti kami kasih tahu di mana akan check in. Tetapi kami dipulangkan begitu saja," tegas perempuan asal Bandung itu.
Sementara itu, Yoke, istri dari Rudolf Petrus Sayers yang menjadi salah satu korban Lion Air PK-LQP tersebut mengaku akan keluar dari hotel jika hak-haknya sudah terpenuhi.
Yoke mengaku jasad suaminya sudah teridentifikasi. Namun, hingga kini hak asuransinya belum ia terima.
"Kalau pun mereka belum selesaikan urusan dengan keluarga korban jangan keluarkan kita dari sini. Kalau keluarin berikan duit jaminan. Nanti terserah kami tinggal di mana," tegasnya.
Neis sendiri masih menunggu jasad puterinya bernama Fifian Hasna Afifah yang jasad belum ditemukan.
"Kemarin kan ada tulang belulang ditemukan dan sedang diidentifikasi. Katanya dua sampai tiga minggu. Kita menunggu hasil identifikasi itu," pungkas Neis.

Neis berharap hak-hak keluarga korban dipenuhi pihak Lion Air. Hak pertama, jasad 64 korban teridentifikasi. Kemudian, hak asuransi dibayarkan.
"Setelah itu kami pulang. Kami juga tidak ingin berlama-lama di sini," katanya. ***Irdan

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Featured Advertisement

Music Video

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved