Headlines News :
Home » » Ratusan Ribu Remaja Diprediksi Meninggal Akibat HIV/AIDS

Ratusan Ribu Remaja Diprediksi Meninggal Akibat HIV/AIDS

Written By Infobreakingnews on Selasa, 04 Desember 2018 | 15.05



Cape Town, Info Breaking News – Sekitar 360.000 remaja diperkirakan akan meninggal karena HIV dan penyakit terkait AIDS dalam rentang waktu dari tahun 2018 hingga 2030. 
Hal tersebut berarti sekitar 76 remaja akan meninggal setiap hari, jika tak ada upaya dan investasi tambahan dalam pencegahan HIV, pengujian, dan program pengobatan.
Badan PBB untuk Pendanaan Anak-anak/UNICEF juga memperkirakan hampir 700 remaja berusia 10-19 tahun menjadi korban penularan baru HIV setiap hari, atau satu orang per dua menit. AIDS yang terkait dengan kematian diproyeksikan juga menurun 57 persen diantara anak-anak di bawah usia 14 tahun dibandingkan dengan 35 persen diantara usia 15-19 tahun.
“Laporan ini memperjelas, tanpa keraguan, bahwa dunia keluar dari jalur ketika berbicara mengakhiri AIDS diantara anak-anak dan remaja pada 2030,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam sebuah laporan berjudul “Anak-anak, HIV, dan AIDS: Dunia pada 2030” yang dirilis dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2018 kemarin.
Meski begitu, UNICEF dalam laporannya menyebut jumlah terbaru anak-anak yang terinveksi HIV usia 0-19 tahun akan mencapai 270.000 orang pada 2030, atau menurun sekitar sepertiga dari perkiraan saat ini. Ini menunjukkan jumlah anak-anak dan remaja yang meninggal karena penyakit terkait AIDS akan menurun dari saat ini 119.000 orang menjadi 56.000 orang pada 2030.
Namun, penurunan tersebut masih dikatakan lambat, khususnya di kalangan remaja. Berdasarkan laporan, pada 2030, angka infeksi HIV baru diantara anak-anak di dekade pertama kehidupannya akan terpotong setengah, sedangkan infeksi baru diantara remaja berusia 10-19 tahun hanya menurun 29 persen.
“Program penegahan penularan HIV dari ibu ke bayi sudah menuai hasil, tapi tidak cukup baik, sedangkan program pengobatan virus dan mencegahnya menyebar diantara orang dewasa tidak berada di tempat seharusnya,” katanya.
Dalam memperingati Hari AIDS Sedunia sejumlah aktivis melakukan aksi turun ke jalan di Cape Town, Afrika Selatan. Gerakan tersebut dilakukan guna meningkatkan kesadaran mengenai HIV/AIDS di Afrika Selatan setelah sebelumnya tercatat lebih dari satu juta orang di Cape Town positif mengidap HIV pada 2017.
Afrika Selatan telah memulai sejumlah inisiatif untuk mengekang penyebaran HIV, termasuk rencana untuk pemeriksaan mandiri dan mendistribusikan perawatan yang disebut sebagai PREP kepada komunitas dengan resiko infeksi tinggi, serta harus mengurangi kemungkinan penularan kepada orang-orang dengan HIV-negatif. ***Jeremy

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved