Headlines News :
Home » » Menhan Tegaskan Tak Akan Berkompromi dengan KKB Papua

Menhan Tegaskan Tak Akan Berkompromi dengan KKB Papua

Written By Infobreakingnews on Selasa, 04 Desember 2018 | 14.03

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Jakarta, Info Breaking News – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pihaknya tak akan memberi ruang untuk bernegosiasi dengan kelompok separatis bersenjata (KKSB) di Papua.

Ryamizard meminta mereka menyerah atau aparat keamanan negara akan segera mengambil langkah tegas.

“Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," tegasnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Lebih lanjut Ryamizard menilai KKSB di Papua tak bisa lagi
 diklasifikasikan sebagai kelompok kriminal melainkan mengarah ke gerakan insurgensi atau pemberontakan.

"Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi," tuturnya.

Terkait insiden penembakan pekerja proyek di Papua, Mantan Pangkostrad itu menduga pelaku berasal dari kelompok lama yang sudah diburu aparat. Oleh karena itu, aparat keamanan Indonesia  diminta segera bergerak dan bertindak.

"Ya itu-itu juga orangnya," ucapnya.

Sebelumnya, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga membantai sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengaku telah mendapatkan kabar itu. Namun, dikarenakan jaraknya yang cukup jauh, tim yang bertugas belum bisa mencapai lokasi.

"Kemarin sore kami tunda untuk masuk ke lokasi. Dari Jayapura ke distrik itu sekitar enam jam dan jalan diblokir oleh kelompok tersebut," kata Kamal.

Serangan terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu, 1 Desember 2018 dan Minggu, 2 Desember 2018. Setidaknya 24 orang dikabar tewas dalam serangan pertama terhadap pekerja dari PT Istaka Karya itu. Total korban tewas dalam insiden tersebut berjumlah 31 orang.

Pada serangan pertama, delapan pekerja sempat berhasil kabur ke rumah warga setempat sebelum akhirnya ditemukan oleh anggota KKB dan dibantai. Dari delapan korban, satu jenazah belum ditemukan.

"Delapan orang yang menyelamatkan diri ini sembunyi di rumah warga. Namun keberadaan mereka diketahui kelompok bersenjata. Mereka diambil paksa dan dibantai," ungkapnya. ***Juenda

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved