Headlines News :
Home » » Kuasa Hukum Nand Kumar Hadirkan Saksi Ahli Prof. Mudzakir dan Dosen Atmajaya

Kuasa Hukum Nand Kumar Hadirkan Saksi Ahli Prof. Mudzakir dan Dosen Atmajaya

Written By Infobreakingnews on Rabu, 12 Desember 2018 | 13.39

Sebelum bersaksi, Prof. Mudzakir terlebih dahulu mengambil sumpah secara Agama Islam

Yogyakarta, Info Breaking News - Tidak tanggung-tanggung, Nand Kumar melalui tim penasehat hukumnya hari ini, Rabu (12/12/2018) mengajukan dua saksi ahli dalam sidang Praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Suryo Hedratmoko di ruang sidang Sari, Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta.

Kedua saksi ahli tersebut ialah Dr. Theresia Anita, seorang ahli perbankan dan Prof. Mudzakir selaku ahli tindak pidana korupsi.

Dr. Theresia dalam penjelasannya menyatakan bahwa pemberian kredit haruslah melalui beberapa tahapan sesuai dengan aturan perbankan yang berlaku, sehingga jika terjadi persoalan hukum maka pihak di luar debitur dan kreditur tidak bisa dilibatkan apalagi dihukum. 

Sementara itu, Prof. Mudzakir sebagai ahli pidana menyebutkan bahwa praperadilan adalah upaya hukum yang sah dan diakui sebagai sikap menguji kewenangan penyidik terkait status tersangka atau penahanan yang dilakukan itu, apakah sudah memiliki dua alat bukti yang kuat.  Praperadilan juga sekaligus berperan untuk menguji penyalahgunaan kewenangan penyidik.

Nand Kumar bersama tim penasehat hukumnya mendengarkan pernyataan saksi ahli Prof. Mudzakir, Rabu (12/12/2018)
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nand Kumar sudah selesai urusan nya bertransaksi jual beli dengan Munesh Kumar di depan pejabat yang berkompeten. Namun, secara janggal pihak Kejati DIY Yogyakata kemudian menyatakan Nand Kumar sebagai tersangka tindak pidana korupsi, padahal ketika diperiksa di Polda Nand Kumar berstatus hanya sebagai terlapor, karena tidak ditemukan bukti yang kuat sebagaimana yang dilaporkan oleh pihak BRI Griya cabang Yogyakarta

Menjawab pertanyaan advokat Hartono Tanuwidjaja, S.H., MSi., M.H. yang menjadi salah satu tim penasehat hukum Nand, ahli Mudzakir menyebutkan secara tegas bahwa jika terjadi dugaan tindak pidana perbankan maka hal tersebut secara jelas hanya dapat dilaporkan oleh otoritas jasa keuangan (OJK) sesuai aturan yang berlaku. Dengan kata lain, penyidik kepolisian dan Kejaksaan secara tidak sah melakukan penuntutan terhadap Nand Kumar,  karena justru pihak pegawai bank atau pejabat bank lah yang seharusnya dilaporkan oleh OJK untuk penguatan lebih lanjut ***Emil F Simatupang

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved