Headlines News :
Home » » Tak Kunjung Ketemu, KNKT Coba Berbagai Metode tuk Temukan CVR Lion Air

Tak Kunjung Ketemu, KNKT Coba Berbagai Metode tuk Temukan CVR Lion Air

Written By Infobreakingnews on Kamis, 22 November 2018 | 16.57



Jakarta, Info Breaking News – Berbagai metode telah dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LPQ yang hingga kini belum berhasil ditemukan.

"Saat ini belum kita temukan adalah CVR. Ini adalah area yang kita cari. Ini sekitar 300 meter itu sudah kita tapi sampai saat ini kita belum temukan tanda-tanda," ungkap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Salah satu metode yang dilakukan adalah menggunakan alat untuk mendeteksi benda yang terendam di lumpur. Diketahui, kondisi lumpur yang tinggi di dasar laut menjadi salah satu kendala bagi tim untuk menemukan lokasi CVR.

"Selanjutnya, tim KNKT melanjutkan pencarian CVR dengan beberapa metode dengan menggunakan air resolution sonar sub bottom profiling untuk deteksi benda apa saja yang terendam dalam lumpur," ujar Soerjanto.

Soerjanto juga menjelaskan pencarian yang dilakukan tim KNKT masih melibatkan penyelam dan juga beberapa kamera bantuan untuk mencari CVR Lion Air. Namun, penyelam tidak bisa menjangkau lebih dari kedalaman 25 meter.

"Karena kita tidak berani penyelam dengan sistem scuba karena memang hal ini untuk kedalaman di bawah 25 meter itu tidak disarankan. Dan kami akan gunakan penyelam-penyelam yang safety untuk lakukan penyelamatan di antara 25-35 meter," jelasnya.

Tak hanya lumpur, di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air juga terdapat pipa dan kabel sehingga diperlukan keberadaan kapal khusus untuk membantu pencarian.

"Lokasi jatuhnya pesawat dengan pipa-pipa Pertamina dan kabel-kabel di bawah laut sehingga diperlukan kapal-kapal yang memiliki kemampuan dinamik posisi jadi enggak perlu buang jangkar. Karena khawatir arus permukaan cukup kuat di mana airnya kalau jangkarnya nanti merusak pipa dan kabel," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan KNKT akan menerbitkan preliminary report dari hasil investigasi sementara untuk disampaikan ke keluarga korban. 

"KNKT akan menerbitkan preliminary report sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 62 Tahun 2013 Pasal 39 ayat 2 huruf B yaitu 30 hari setelah kecelakaan sebelumnya KNKT bersama Kemenhub atau instansi pemerintah lainnya dan Lion akan menyampaikan hasil investigasi sementara kepada keluarga korban," ujar Budi. ***Deviane

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved