Headlines News :
Home » » Gampangnya Label Hoaks Tanpa Saringan

Gampangnya Label Hoaks Tanpa Saringan

Written By Infobreakingnews on Rabu, 17 Oktober 2018 | 07.53

Jakarta, Info Breaking News - Sangking banyaknya pembuat berita hoaks dan tuduhan hoaks membuat batasan itu semakin sangat rawan sekali, sehingga Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid menyebut mudahnya pelabelan sebuah berita sebagai hoaks kontra produktif dengan semangat memerangi hoaks. Justru, menurut dia, setiap berita dan informasi yang ada perlu diverifikasi ulang. 

Anita mengatakan penggunaan hoaks yang sangat masif di Pilpres 2014 dan dikombinasikan pertarungan politik akhirnya malah membuat kata hoaks itu menjadi senjata. Orang dengan mudah bisa melabeli berita yang menyudutkan atau merugikannya dengan menyebut berita itu hoaks atau fitnah, meski berita itu benar.


"Justru penggunaan seperti ini jadi kontra produktif dari apa yang sebenarnya kita sedang perangi," kata Anita di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018.

Masyarakat sangat mudah melontarkan kata hoaks tanpa memahami banyaknya akibat yang menyertai ucapan itu. Menurut dia, Mafindo juga telah mendefinisikan hoaks sebagai segala sesuatu informasi atau berita bohong yang sengaja dibuat seolah-olah benar.

Namun, dengan kontestasi politik yang meruncing sejak 2014, kata hoaks dan berita bohong menjadi senjata menyerang lawan politik. Padahal, menurut dia, apapun berita dan informasi tidak bisa dengan mudah dilabeli dengan kata hoaks. 

"Apapun beritanya, informasinya, tidak bisa kita sesimpel bicara atau kasih label itu hoax. Selalu harus ada verifikasi dan hasil fact checking," ungkapnya.

Ia mencontohkan, laman IndonesiaLeaks yang menyebut ada dugaan uang yang mengalir ke Kapolri Jendral Tito Karnavian dari pengusaha Basuki Hariman pun tak bisa langsung dikatakan sebagai hoaks. Sayangnya, banyak pihak yang langsung menyebut hasil laporan IndonesiaLeaks sebagai hoaks tanpa verifikasi terlebih dahulu. 

Padahal, kata dia, untuk menyebut itu sebagai berita hoaks maka perlu ada data yang mendukung. "Jadi misal ada yang bilang data-data IndonesiaLeaks itu hoaks itu harus ada datanya yang menyertai itu. Harus ada hasil verifikasi dan fact checking itu," tegas Anita.*** Nadya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved