Headlines News :
Home » » Yusril Tajir Melintir Jadi Pengacara Walau Tidak Laku Pada Pilpres

Yusril Tajir Melintir Jadi Pengacara Walau Tidak Laku Pada Pilpres

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 11 Agustus 2018 | 07.04

Advokat Tajir Prof. DR. YUsril Izha Mahendra Bersama CEO Media Breaking News Group Emil F Simatupang
Jakarta, Info Breaking News - Boleh jadi Prof. Yusril tidak laku pada Pilpres karena tak satu kubupun yang meliriknya, namun secara nyata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini sangat tajir melitir dalam dunia advokat karena ratarata klien yang didampinginya terbilang kakap.
Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa partainya tidak mendukung atau mengusung salah satu bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019.
Yusril minta seluruh kader PBB untuk fokus pada pemenangan pemilu legislatif (pileg) 2019.
"Seluruh kader saya minta fokus ke pileg agar PBB memperoleh suara di atas 4 persen dan kembali eksis di DPR," ujar Yusril kepada Info Breaking News, di Jakarta, Sabtu (11/8).
Yusril menjelaskan PBB tidak mempunya kursi di DPR, hanya punya suara sah secara nasional. Sedangkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional.
"Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat mencalonkan atau mengusung pasangan calon. Karena itu PBB tidak mencalonkan atau mengusung pasangan mana pun dalam pilpres 2019," tandas dia.
Apalagi, kata dia, baik pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung mereka. Karena itu, kata dia, PBB tidak perlu mengeluarkan energi besar mendukung keduanya.
"Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang. Untuk Pemilu 2019 pun, menurut hitungan lembaga-lembaga survei, PBB diduga takkan lolos PT (parliamentary threshold) 4 persen. Karena itu, kedua pasangan capres atau cawapres tidak memperhitungkan kita," ungkap dia.
Menurut dia, jika orang lain tidak menganggap PBB penting, maka kader-kader PBB tidak boleh GR untuk merasa diri penting. Jangan sampai, kata dia, PBB seperti menderita sakit jiwa karena merasa diri penting dan besar, tetapi kenyataan tidak seperti itu.
"Untuk mengatasi semua ini, kita tidak punya pilihan kecuali kerja keras dan fokus menghadapi Pileg agar kita eksis dan kembali diperhitungkan orang lain. Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini," pungkas dia.*** Mil.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved