Headlines News :
Home » » Diluar Dugaan Tambah Satu Asset Lagi dalam Gugatan Gono Gini Sonya VS Vimal di Persidangan

Diluar Dugaan Tambah Satu Asset Lagi dalam Gugatan Gono Gini Sonya VS Vimal di Persidangan

Written By Infobreakingnews on Senin, 27 Agustus 2018 | 17.14

Persidangan Gugatan Gono Gini Sonya VS Vimal di PN Jakarta Pusat, Senin, 27 Agustus 2018.
Jakarta, Info Breaking News - Satu lagi asset yang selama ini disembunyikan bos Mega Kreasi Film (MKF) Sonya Shankardas Samtani, terungkap di persidangan gugatan harta gono gini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tanah seluas 3779 M2 yang terletak di kawasan Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, yang dibeli Sonya melalui perantara abangnya bernama Roni Shankardas pada tahun 2011, yang kini di atas tanah itu telah berdiri bangunan mewah sebagai salah satu studio dan perkantoran MKF. 


"Bahwa saat itu yang hadir meminta tanda tangan ibu saya Hj.Suwarti 
 adalah notaris yang ditunjuk oleh pihak pembeli (Sonya), seharga Rp 1,642 miliar, dan dibayar melalui tiga lembar cek yang ditransfer ke rekening saya sendiri." kata Muhammad Faisal, salah satu saksi yang dihadirkan oleh pihak penggugat, dalam persidangan Senin, 27 Agustus 2018.

"Apakah saksi melihat ada Sonya sebagai pihak pembelinya ketika melakukan pembayaran itu." tanya advokat Hartono sebagai kuasa hukum Vimal (mantan suami Sonya).

"Tidak ada, selain hanya notaris yang ditunjuk oleh pihak pembeli datang ke rumah saya, karena kondisi ibu saya Suwarni tidak bisa berjalan karena sudah sepuh." jawab saksi M. Faisal dengan datar.

"Saya tahu betul watak asli Ronny, dia tidak akan pernah mau membelikan sesuatu barang berharga untuk diberikan kepada saudaranya. Itu pasti rekayasa hukum yang mereka lakukan, apalagi cukup banyak yang terlihat janggal dalam pembelian tanah itu. Tapi apapun itu, asset tersebut adalah merupakan kerja saya juga selama beristeri dengan dia (seakan Vimal tak ingin lagi menyebutkan nama mantan isterinya Sonya Shankardas Samtani- red}


Asset tanah di Jurangmangu Timur dinego harga dan selanjutnya dibeli oleh Roni Shankardas Samtani dr keluarga Ny. Hj. SUWARTI seharga @Rp. 550rb per M2..trus setelah sepakat M. Faisal di kantor PT. RAPI FILM, Roni Shankardas Samtani memberi info kepada M. FAISAL bahwa tanah Jurangmangu Timur yang akan dibeli nanti akan menggunakan nama Sonya Shankardas Samtani sebagai PEMBELI dan sebagai pihak PENJUAL adalah Ny. Hj. SUWARTI (4 asset tanah) + M. FAISAL (1 asset tanah) yang lokasinya saling berdampingan seluas total 3799 M2..objek tanah di Jurangmangu Timur tersebut kini menjadi lokasi "SAMS STUDIO" oleh PT. Mega Kreasi Film (MKF), dimana Sonya Samtani menjadi salah satu pemegang saham dan  Direktu nya.r

Pembayaran atas tanah di Jurangmangu Timur tsb konon diterima oleh M. Faisal melalui rekening Tahapan BCA sebanyak 3x masing2 @ Rp. 500 jt + @ Rp. 500 jt + Rp. 642 jt pd akhir tahun 2011...tapi Kuasa Penggugat masih belum dapat membuktikan siapa pihak yang mentransfer dana pembelian tanah sebesar Rp. 1,642 M tersebut.

Saat dijual kepada Sonya pada 2011 itu dalam kondisi tanah kosong, yang kini di atasnya tegak berdiri bangunan mewah yang dijadikan sebagai Studio dan kantor MKF, yang jika ditaksir nilainya diatas Rp 65 miliar. 

Sebelumnya Sonya melalui kuasa hukumnya Malik Bawazier SH menyebutkan bahwa total asset milik bersama (Sonya-Vimal) hanya berjumlah 8 (delapan) asset saja dan tidak termasuk tanah dan gedung mewah studio MKF di Tangsel tersebut.

"Sehingga bukan lagi 13 item asset yang harus dibagi dua sesuai harta bersama yang mereka dapatkan selama 25 tahun menikah, tetapi kini bertambah menjadi 14 item yang harus dibagi dua sesuai ketentuan hukum, apalagi diantara keduanya tidak pernah ada surat pemisahan harta." kata Hartono Tanuwidjaja kepada Info Breaking News, Senin (27/8) sesaat usai persidangan gugatan gono gini Sonya VS Vimal.

Sidang ditunda hingga pekan depan, masih dalam acara pihak penggugat akan menghadirkan saksi lagi. Selanjutnya majelis hakim akan menggelar persidangan gugatan harta bersama senilai sekitar Rp 350 miliar lebih ini, sebanyak dua kali persidangan dalam sepekan guna mempercepat putusan perkara.

Dari sumber yang dipercaya, diketahui bahwa Sonya cukup licik dalam mengelolah bisnisnya, selain menggunakan unsur klenek ritual khusus agar semua judul di sinetronnya laku keras ditayangkan di layar kaca TV, juga sering mengemplang pajak, diantaranya pada tahun 2013 dan 2014 Sonya memiliki tunggakan pembayaran pajak sebesar Rp 1,4 miliar, sementara satu sisi lainnya Sonya berani membayar sekitar Rp 50 an miliar dalam sebuah bisnis bersama Vimal mantan suaminya, yang belakangan disebutnya sebagai bisnis illegal, padahal nyatanya justru Sonya yang melakukan pembayaran tersebut diatas.
*** Mil.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved