Headlines News :
Home » » Demo Mendesak KPK Agar Segera Menahan Dirut PLN Sofyan Basir

Demo Mendesak KPK Agar Segera Menahan Dirut PLN Sofyan Basir

Written By Infobreakingnews on Sabtu, 11 Agustus 2018 | 06.30

Jakarta, Info Breaking News - Desakan agar K{K menjebloskan Dirut PLN Sofyan Basir kedalam sel penjara pengap terus disuarakan, sejumlah mahasiswa mengatas namakan dari Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi (SMAK) mendesak KPK segera menangkap Direktur PLN, Sofyan Bashir yang terseret kasus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau I.
Desakan tersebut disampaikan massa SMAK saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Dalam aksinya, mereka memakai topeng kartun dengan gambar 'Sofyan Bashir, Direktur PLN' sambil meneriakan yel-yel dan membawa spanduk yang bertuliskan ‘Tangkap dan Penjarakan Sofyan Bashir’.
Dalam aksi ini, mahasiswa juga melakukan aksi-aksi teatrikal dengan menginjak poster-poster Sofyan Bashir dan kemudian membakarnya.
"KPK jangan takut, kami mahasiswa dan rakyat Indonesia ada di belakangmu. Novel Baswedan datang Sofyan Bashir pasti tersangka,” tegaa Koordinator Aksi, Landun Bachtiar.
Lebih lanjut, Landun mengatakan, bahwa massa SMAK selama ini ikut mencermati dan memantau perkembangan pembangunan Program Presiden Jokowi pengadaan listrik 35.000 MW di PLN yang nilainya ratusan triliun rupiah.
"Kami miris dengan prilaku koruptor yang dilakukan para pejabat tinggi Negara. Dari hasil tangkap tangan KPK di pembangunan pembangkit PLTU mulut tambang Riau 1 2×300 MW dari pangkuan yang disidik KPK, jelas ada fee yang dibagi-bagi sebesar 2,5 persen nilai proyek yang besarnya dikisaran bernilai 300 miliar rupiah yang dibagikan ke Komisi VII, Partai Politik dan petinggi PLN,” bebernya.
Karena itu, Landun menegaskan, SMAK menuntut agar Sofyan Bashir yang statusnya sekarang masih sebagai saksi agar segera ditetapkan sebagai tersangka dan segera dipenjarakan.
“Karena menurut logika saja, tidak akan mungkin pihak Black Gold Natural Resorces memberikan uang kepada pihak Wakil Ketua Komisi VII Eni M. Saragih, jika tidak ada perintah dari pihak PLN yang menunjuk BGNR sebagai pelaksana proyek,” cetus dia.
Dia percaya, KPK profesional dalam mengusut bukti-bukti dan saksi yang sudah cukup untuk mentersangkakan Sofyan Basyir.
Meskipun, lanjutnya, mahasiswa akan terus mengawal proses hukum di KPK.
"Jika perlu apabila pihak KPK mendapat tekanan dari pihak-pihak yang tidak suka koruptor kelas kakap diproses hukum. Kami siap bergerak," tegas Landun.
Dia juga mengatakan, bahwa kasus tangkap tangan proyek pembangkit PLTU mulut tambang Riau I oleh KPK merupakan puncak gunung es di lautan yang kelihatan ujungnya sedikit.
Namun, yang belum terlihat adalah gunung raksasa dibawah laut dari mega korupsi pembangunan pembangkit 35.000 MW yang bernilai triliunan rupiah.
“Jika KPK mampu untuk menuntaskan kasus Riau I ini, kami percaya KPK akan mampu membedah mega korupsi yang bernilain seratus kali lebih besar dari kasus Riau I, dimana itu semua terjadi setelah PLN di bawah kepemimpinan Sofyan Bashir” ungkap Landun.
Karena, kata dia, skandal ini akan berdampak kepada keselamatan uang Negara bernilai triliun rupiah dan akan menghemat biaya produksi listrik nasional yang selanjutnya berdampak mengurangi beban rakyat.
“Dimana setiap korupsi yang dilakukan PLN yang selama ini, pada ujungnya yang harus membayar mahal tagihan listrik PLN adalah rakyat Indonesia sebagai konsumen,” tutup Landun.*** Ira Maya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved