Headlines News :
Home » » KPK Ajukan Banding Terhadap Vonis Fredrich

KPK Ajukan Banding Terhadap Vonis Fredrich

Written By Infobreakingnews on Senin, 09 Juli 2018 | 13.55



Jakarta, Info Breaking News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich sebelumnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider lima bulan kurungan terhadap Fredrich atas perkara merintangi penyidikan korupsi e-KTP.

"KPK telah memutuskan untuk lakukan banding atas vonis pengadilan Tipikor untuk terdakwa FY (Fredrich Yunadi)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (9/7/2018).

Meski saat ini pengajuan banding masih diutarakan secara lisan, KPK memastikan sedang menyusun memori banding sambil menunggu salinan putusan lengkap Pengadilan Tipikor atas perkara Fredrich.

"Pernyataan banding telah disampaikan oleh JPU (jaksa penuntut umum) KPK. Sedangkan memori banding sedang kami susun sembari menunggu salinan putusan lengkap diterima KPK," katanya.

Menurut Febri, pengajuan banding ini dilakukan terutama menyangkut hukuman yang dijatuhkan Pengadilan terhadap Fredrich. KPK menilai hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor lebih rendah dari 2/3 tuntutan Jaksa KPK yang menuntut Fredrich dihukum 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 600 juta subsider enam bulan.

"Pada dasarnya JPU KPK memahami untuk pembuktian dakwaan, putusan majelis hakim prinsipnya sama dengan uraian analisa JPU. Namun kami pandang, hukuman penjara masih di bawah 2/3 dari tuntutan KPK," tuturnya.

Fredrich dinyatakan terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam putusannya, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, hakim menilai Fredrich tidak mengakui perbuatannya padahal perbuatannya itu tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Majelis Hakim menilai Fredrich juga tidak menunjukkan ‎sikap yang baik dan bertutur kata yang kurang sopan selama menjalani persidangan. Fredrich juga dianggap sering mencari kesalahan orang lain. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Di sisi lain, meskipun menerima hukuman yang lebih ringan dari tuntutan, Fredrich mengaku masih tak menerima vonis hakim dan langsung membuat memori banding setelah mendengar putusan hakim. ***Jerry Art

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved