Headlines News :
Home » » Khofifah Siapkan Prioritas Bantu Kemiskinan Desa

Khofifah Siapkan Prioritas Bantu Kemiskinan Desa

Written By Infobreakingnews on Senin, 09 Juli 2018 | 08.36

Khofifah dan Wagubnya Emil Dardak
Surabaya, Info Breaking News - Khofifah Indar Parawansa menyatakan segera akan membentuk tim navigasi program yang disusun selama masa kampanye lalu. Dia bersama Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Elestianto Dardak, sudah menginventarisasi tenaga ahli untuk kesiapan masa transisi.
“Kami sudah mengantongi rencana strategis yang akan kami lakukan guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Jatim. Ada sejumah program yang mesti diprioritaskan untuk segera dilaksanakan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” ujar Khofifah dalam percakapan dengan wartawan, Senin (9/7).
Menurut dia, sejak sepekan silam pihaknya melalui tim navigasi program sudah mendapatkan rekomendasi strategis karena Gubernur Jatim Soekarwo juga sudah menyiapkan tim transisi untuk menyambung program dalam lima tahun ke depan.
Khofifah yang masih menyangdang predikat Ketua PP Muslimat NU itu sengaja memprioritas penanganan masalah ketimpangan sosial. Ia menyebut ketimpangan atau Gini Ratio Jatim kian tahun kian meningkat, utamanya kemiskinan di desa yang angkanya dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan kemiskinan di kota.
Ke depan ia juga ingin ada communal branding. “Banyak sentra produk tetapi mereka tidak memiliki branding, makanya kami ingin mereka mendapat program communal branding agar bisa berdaya dengan produk yang mereka kembangkan,” ujar Khofifah.
Pada bagian lain Khofifah menyebut pentingnya penanganan masalah peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). IPM Jatim menurut mantan Mensos itu relatif rendah sehingga ia ingin meningkatkan kualitas IPM dari banyak lini, di antaranya melalui pendidikan yang gratis berkualitas (Tis-tas) yang siap direalisasikan. Masyarakat kurang mampu sebesar 40 persen masyarakat ekonomi terbawah, menurut dia akan memperoleh pendidikan gratis.
Ia juga melihat tenaga pendidiknya banyak berstatus sebagai guru tidak tetap (GTT) yang hingga kini masih menjadi masalah. “Memang, tidak semua GTT bisa diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), karena bergantung pada perbandingan dengan jumlah murid.
“Yang amat penting adalah, jangan sampai GTT gajinya di bawah UMSK,” katanya sambil menambahkan, ke depan masalah (GTT) itu akan ia sinkronkan dengan bupati dan walikota se Jatim. Itu untuk sharing budget," tambahnya.*** Dani Setiawan.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Music Video

Iklan Pilihan

Berita Terpopuler

 
Copyright © 2012. Berita Investigasi, Kriminal dan Hukum Media Online Digital Life - All Rights Reserved